⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 27 km SSE of Tambolaka, Indonesia pada 12/7/2026, 20.20.25. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.

EU Gugat Meta: Instagram & Facebook Dinilai Memicu Kecanduan dengan Desain ‘Berbahaya’

Hukum
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

EU Gugat Meta: Instagram & Facebook Dinilai Memicu Kecanduan dengan Desain ‘Berbahaya’
BAGIKAN:

Komisi Eropa (EC) pada Jumat (10/7) resmi menyatakan bahwa Instagram dan Facebook melanggar Digital Services Act (DSA) karena mengusung fitur-fitur yang dirancang untuk menjerat pengguna dalam pola penggunaan adiktif. Keputusan ini merupakan hasil investigasi mendalam yang menyoroti mekanisme infinite scroll, pemutaran otomatis (autoplay), notifikasi push, serta algoritma rekomendasi yang sangat personal.

Menurut laporan EC, Meta gagal menilai risiko kesehatan mental dan fisik yang ditimbulkan oleh desain tersebut, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak‑anak di bawah umur. "Rekomendasi yang terlalu personal, autoplay, dan scrolling tanpa batas memaksa otak pengguna masuk ke mode autopilot, memicu kebiasaan kompulsif," demikian bunyi pernyataan resmi komisi.

Investigasi menyoroti bahwa Meta mengabaikan data tentang durasi penggunaan malam hari oleh anak‑anak, serta dampak format seperti Reels dan Stories yang secara sistematis meningkatkan waktu layar. Meskipun platform menyediakan fitur manajemen waktu, EC menilai fitur tersebut mudah diabaikan dan tidak memberikan kontrol yang berarti.

Kontrol orang tua yang disediakan Meta juga dipertanyakan: EC menilai bahwa efektivitasnya bergantung pada tingkat keahlian teknis orang tua, sehingga tidak dapat diandalkan sebagai solusi utama. Pusat Keamanan Meta yang menawarkan tips kesehatan mental pun dianggap tidak cukup untuk menetralkan risiko desain adiktif.

EC menuntut Meta untuk melakukan perubahan radikal: menonaktifkan autoplay dan infinite scroll secara otomatis, memperkenalkan mekanisme "istirahat screen time" yang efektif, serta menyesuaikan algoritma rekomendasi agar tidak semata‑mata mengejar keterlibatan pengguna. Jika Meta tidak dapat membuktikan kepatuhan, EC berhak menjatuhkan denda hingga 6 % dari omzet tahunan global perusahaan.

Analisis Pakar

Keputusan ini menandai titik balik dalam regulasi digital di Eropa. Selama bertahun‑tahun, Meta mengandalkan model bisnis berbasis iklan yang menuntut tingkat keterlibatan maksimum. Desain adiktif bukan sekadar pilihan estetika; ia adalah strategi monetisasi yang menempatkan profit di atas kesejahteraan pengguna. Dengan menegakkan DSA, Uni Eropa tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mengirim sinyal kuat bahwa eksploitasi psikologis tidak dapat dibiarkan begitu saja.

Namun, tantangan selanjutnya terletak pada implementasi. Meta memiliki sumber daya teknis yang luar biasa; mengubah algoritma rekomendasi dan menonaktifkan fitur-fitur inti akan mengganggu model pendapatan mereka. Kita dapat memperkirakan bahwa perusahaan akan mengajukan pembelaan hukum yang panjang, bahkan mungkin mengajukan gugatan di Pengadilan Uni Eropa. Skenario terburuk adalah pertempuran hukum yang berlarut‑lurus, yang pada akhirnya dapat menunda tindakan korektif yang dibutuhkan.

Di sisi lain, keputusan ini membuka peluang bagi kompetitor yang lebih etis. Platform media sosial yang mengedepankan transparansi dan kontrol pengguna dapat memanfaatkan kegagalan Meta sebagai nilai jual. Jika regulasi DSA ditegakkan secara konsisten, ekosistem digital Eropa berpotensi bertransformasi menjadi arena yang lebih berkelanjutan, dengan standar desain yang mengutamakan kesehatan mental.

Terlepas dari konsekuensi finansial, kasus ini menegaskan bahwa regulasi digital kini memasuki fase penegakan yang lebih tegas. Bagi jurnalis investigasi, ini menjadi panggilan untuk terus mengawasi bagaimana perusahaan teknologi menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab sosial. Kita harus menuntut transparansi yang lebih besar, bukan hanya pada kebijakan privasi, tetapi juga pada desain produk yang memengaruhi perilaku manusia secara mendalam.