Drama Ekstra Waktu! Norwegia dan Inggris Berbagi Gol, Heggem Tersita VAR!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Duel epik antara Norwegia dan Inggris di Piala Dunia 2026 kembali memukau para penggemar sepak bola dunia. Pertandingan yang digelar di Stadion Miami pada Minggu (12/7) WIB berakhir dengan skor 1-1 setelah perpanjangan waktu, namun sorotan utama tetap pada gol-gol krusial, keputusan VAR yang kontroversial, dan taktik cerdas kedua tim.
Sejak peluit awal, Inggris langsung menguasai ritme permainan. Umpan panjang ke Noni Madueke menjadi serangan pembuka, meski tembakan si pemain berusia 24 tahun meleset jauh. Lima menit pertama berlangsung dengan intensitas rendah; kedua tim menahan napas, membaca pergerakan lawan, dan menegakkan disiplin defensif yang ketat.
Sepuluh menit pertama berlalu tanpa satu pun tembakan ke gawang. Lini tengah menjadi arena pertempuran sengit, dengan kedua belah pihak berusaha memecah kebuntuan. Hingga menit ke‑28, Inggris mendapatkan tendangan bebas, dan Harry Kane menjadi algojo. Lima pemain Norwegia berbaris sebagai pagar betis, namun tendangan keras Kane melambung tinggi melewati mistar gawang.
Kelincahan tak melulu milik Inggris. Pada menit ke‑36, Andreas Schjelderup menembus pertahanan Three Lions dengan tembakan keras dari sisi kiri, memantul ke tiang sebelum masuk ke gawang. Gol pertama ini menandai keunggulan Norwegia dan menambah ketegangan di lapangan.
Tak mau tinggal diam, Inggris meningkatkan irama serangan. Namun, pola permainan yang dibangun oleh Declan Rice dan rekan-rekannya masih mudah dibaca oleh pertahanan Norwegia. Menjelang akhir babak pertama, pada menit ke‑45+2, Jude Bellingham menyamakan kedudukan. Dari umpan sayap kiri, Bellingham melakukan gocek dan menembak dengan presisi dari dalam kotak penalti, menjadikan skor 1-1.
Menjelang akhir injury time, Kane hampir menambah gol, namun terpaksa dibatalkan karena offside. Wasit Clement Turpin meniup peluit panjang menandai akhir babak pertama.
Babak kedua dimulai dengan Inggris menarik Noni Madueke dan Declan Rice, digantikan oleh Bukayo Saka serta Eberechi Eze. Inggris kembali mendapatkan tendangan bebas, namun bola melambung tanpa ancaman.
Puncak drama terjadi pada menit ke‑54. Dari sepak pojok, Torbjørn Heggem menegaskan keunggulan Norwegia dengan gol yang tampak sah, memanfaatkan kesalahan penanganan bola oleh Jordan Pickford. Sayangnya, VAR meninjau kembali dan gol tersebut dibatalkan karena Erling Haaland terlihat mendorong pemain Inggris, menyebabkan jatuhnya lawan. Keputusan ini menambah kontroversi dan menegaskan betapa ketatnya pertandingan ini.
Setelah gol yang dibatalkan, intensitas permainan meningkat. Pada menit ke‑68, Norwegia melakukan pergantian: Alexander Sorloth dan Schjelderup digantikan oleh Oscar Bobb serta Antonio Nusa, sementara Inggris menarik Anthony Gordon dan menurunkan Reece James. Pergantian ini memberi dorongan energi baru, dengan Nusa menciptakan gerakan berbahaya di sayap kanan.
Pada menit ke‑76, Norwegia hampir menambah gol, namun tembakan meleset ke mistar. Inggris pun beralih menyerang, dengan Saka menjadi poros utama. Pada menit ke‑84, Musa mencetak tembakan tepat sasaran pertama, namun tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. Inggris kemudian mengganti Nico O'Reilly dengan Djed Spence, mencoba menambah kecepatan serangan.
Seiring berjalannya waktu, kedua tim tetap berjuang keras, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit akhir. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1 setelah perpanjangan waktu, menandai babak tambahan yang menegangkan bagi kedua tim.
Analisis Pakar
Secara taktis, pertandingan ini menampilkan duel strategi yang menarik antara dua pelatih berpengalaman. Norwegia, yang dipimpin oleh Ståle Solbakken, mengandalkan formasi 4-3-3 dengan penekanan pada transisi cepat. Pergantian Schjelderup dengan Nusa pada menit ke‑68 menunjukkan niat untuk mempercepat aliran bola di sisi kanan, memanfaatkan kecepatan Nusa untuk membuka ruang di pertahanan Inggris yang terkadang terlalu menumpuk di tengah.
Di sisi lain, Inggris yang dipandu oleh Gareth Southgate mencoba menyeimbangkan antara kontrol bola dan serangan langsung. Penggunaan Saka dan Eze di sayap kanan serta kiri memberikan variasi, namun kurangnya penetrasi di area penalti menjadi titik lemah. Keputusan untuk menurunkan Reece James pada menit ke‑68 menandakan upaya meningkatkan kehadiran fisik di lini belakang, sekaligus menambah opsi serangan dari sisi kanan.
Keputusan VAR yang membatalkan gol Heggem menjadi momen krusial. Meskipun Haaland tidak secara eksplisit melakukan pelanggaran, gerakan tubuhnya yang menekan pemain Inggris menciptakan ruang bagi Heggem untuk mengeksekusi tendangan. Ini menyoroti pentingnya disiplin fisik dalam situasi set-piece, terutama ketika melawan tim yang mengandalkan kecepatan dan ketajaman di udara.
Prediksi ke depan: Norwegia memiliki peluang besar untuk melaju lebih jauh jika mereka dapat memanfaatkan kecepatan pemain sayapnya dan menambah variasi dalam serangan balik. Sementara itu, Inggris harus meningkatkan efektivitas di dalam kotak penalti, mengoptimalkan pergerakan pemain seperti Bellingham dan Kane untuk mengatasi pertahanan yang rapat. Kedua tim masih memiliki banyak potensi, dan pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian sejati bagi taktik dan mentalitas mereka.
BERITA TERKAIT

Patung Legenda NFL Jadi Magnet Selfie di Tengah Gemuruh Piala Dunia 2026: Fenomena Sosial atau Sekadar Hiasan Stadion?

Drama Ekstra Waktu! Norwegia vs Inggris di Miami, Gol Heggem Bikin Gempar!
