Drama 120 Menit! Argentina Menang 3-1 atas Swiss Meski Hanya 10 Pemain
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Argentina menembus semifinal Piala Dunia 2026 setelah menahan Swiss dalam duel epik 120 menit di Stadion Kansas City. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (11/7) – Minggu (12/7) WIB ini menjadi saksi aksi taktik menegangkan, gol spektakuler, dan drama kartu kuning yang memaksa Swiss bermain dengan 10 pemain.
Sejak menit ke-10, Lionel Messi sudah menyiapkan serangan pertama. Umpan terobosan Messi menemukan Alexis Mac Allister yang dengan tendangan kaki kanan menembus pertahanan Swiss, mengantarkan Argentina unggul 1-0. Gol ini bertahan hingga peluit akhir babak pertama, menegaskan dominasi awal La Albiceleste.
Babak kedua dimulai dengan Swiss yang tak mau menyerah. Pada menit ke-67, Dam Dnoye menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1, memicu sorakan penonton dan menambah ketegangan. Namun, tak lama kemudian, Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah terdeteksi melakukan diving, memaksa Swiss turun menjadi 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain seharusnya menjadi keuntungan bagi Argentina, namun mereka belum mampu memecah pertahanan Swiss. Hingga akhir waktu reguler (90 menit), hanya tiga tembakan tepat sasaran yang berhasil mereka lepaskan. Kedua tim masuk ke tambahan waktu pertama dengan skor 1-1.
Di babak tambahan pertama (15 menit pertama), Argentina meningkatkan intensitas serangan, namun pertahanan Swiss yang terorganisir dengan baik menahan gempuran. Akhirnya, pada tambahan waktu kedua, Julian Álvarez memecah kebuntuan. Dari kotak penalti, ia mengeksekusi tembakan kaki kanan ke pojok kiri gawang, menambah keunggulan menjadi 2-1.
Tak berhenti di situ, Lautaro Martínez menambah gol ketiga pada injury time, menutup skor 3-1. Dengan hasil ini, Argentina melaju ke semifinal, sementara Swiss harus menelan kepahitan kegagalan meski bermain dengan 10 pemain.
Formasi Argentina (4-1-3-2): Emiliano Martínez; Nicolás Tagliafico, Lautaro Martínez, Cristian Romero, Nahuel Molina; Leandro Paredes; Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, Rodrigo De Paul; Julián Álvarez, Lionel Messi.
Formasi Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, Ricardo Rodríguez; Remo Freuler, Granit Xhaka; Dan Ndoye, Fabian Rieder, Djibril Sow; Breel Embolo.
Analisis Pakar
Melihat pertandingan ini dari sudut taktik, keunggulan Argentina terletak pada fleksibilitas lini tengah. Messi, meski tidak mencetak, berperan sebagai playmaker yang mengatur tempo, sementara Enzo Fernández dan De Paul menambah kedalaman serangan. Keputusan Murat Yakin untuk menurunkan Embolo pada menit akhir babak pertama menjadi titik balik; kartu kuning kedua tidak hanya mengurangi jumlah pemain, tetapi juga mengganggu ritme serangan Swiss yang mengandalkan kecepatan sayap.
Namun, yang paling menarik adalah kegagalan Argentina memanfaatkan keunggulan angka. Selama 90 menit reguler, mereka hanya menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran. Ini menandakan adanya kekurangan dalam penyelesaian akhir, terutama di area penalti. Jika tidak ada perubahan dalam eksekusi, mereka berisiko terjebak dalam pertandingan ketat di semifinal, terutama melawan tim yang memiliki pertahanan rapat.
Swiss, meski kalah, menunjukkan keberanian taktis yang patut diacungi jempol. Setelah kehilangan satu pemain, mereka beralih ke formasi lebih defensif, menutup ruang bagi Alvarez dan Martínez. Penampilan Fabian Rieder dan Granit Xhaka di lini tengah menjadi kunci dalam menahan serangan Argentina. Sayangnya, keputusan Embolo yang berujung pada diving mengorbankan peluang mereka untuk kembali ke permainan.
Ke depan, Argentina harus meningkatkan efisiensi tembakan dan mengoptimalkan pergerakan tanpa bola. Jika mereka dapat memanfaatkan kecepatan Alvarez dan kreativitas Messi secara konsisten, peluang mereka untuk menjuarai Piala Dunia 2026 semakin terbuka lebar. Sementara itu, Swiss harus meninjau kembali disiplin pemainnya; satu kesalahan kecil dapat berujung pada konsekuensi besar, seperti yang terlihat dalam pertandingan ini.
BERITA TERKAIT

Legislator RI Tekan Grebengan Baturraden Masuk KEN 2027: Janji Besar atau Sekadar Panggung Politik?

Kebakaran Hutan Pulang Pisau: Kapolda Kalteng Angkat Suara, Siapkan Sanksi Berat Jika Terbukti Sengaja
