Argentina Menggebrak Dunia: 3‑1 Hajar Swiss, Rekor Baru Pecah & Tiket ke Semifinal Piala Dunia 2026!

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Argentina Menggebrak Dunia: 3‑1 Hajar Swiss, Rekor Baru Pecah & Tiket ke Semifinal Piala Dunia 2026!
BAGIKAN:

Argentina melesat ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumpas Swiss 3‑1 di Stadion Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7) pagi WIB. Gol‑gol spektakuler datang dari Alexis Mac Allister (menit 10), Julián Alvarez (menit 112), dan Lautaro Martínez (menit 121). Kemenangan ini bukan sekadar melaju ke babak berikutnya – ia menorehkan serangkaian rekor yang menggetarkan panggung sepak bola terbesar dunia.

Kapten sekaligus bintang lapangan, Lionel Messi, menambah daftar prestasinya meski rangkaian gol beruntunnya harus terhenti di laga ini. Dengan hanya dua pertandingan tersisa, La Albiceleste menargetkan gelar juara bertahan yang diraih di Qatar 2022.

Rekor‑rekor Mentereng Argentina di Piala Dunia 2026

  • Gol beruntun 3+ dalam empat pertandingan berturut‑turut – menyamai rekor terpanjang bersama Prancis.
  • Gol sundulan dari tendangan sudut (3) – menyamai Inggris dan Bosnia‑Herzegovina, meski Argentina menempati peringkat ketiga terpendek rata‑rata tinggi di turnamen.
  • Messi menjadi pemain ke‑empat yang menjadi starter di empat perempat final Piala Dunia, bergabung dengan legenda Jerman Lothar Matthäus, Miroslav Klose, dan Uwe Seeler.
  • Julián Alvarez mencetak 4 dari 5 gol Piala Dunia kariernya di babak gugur, menandingi Diego Maradona sebagai pencetak gol terbanyak kedua Argentina (kalah hanya dari Messi dengan 7 gol).
  • Dengan umpan pojok ke Mac Allister, Messi mencatat 10 assist di Piala Dunia – dua lebih banyak dari rekor Maradona (8) dan menciptakan gol bagi 10 pemain berbeda.
  • Assist tercepat Messi (menit 10, 9 detik) menjadi yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia, sekaligus assist pertama dari tendangan pojok.
  • Messi (10 kontribusi gol 2022 & 2026) menyamai Kylian Mbappé (10 pada 2022, 11 pada 2026) sebagai satu‑satunya pemain 60‑tahun terakhir dengan 10+ kontribusi gol di beberapa edisi.
  • Messi terlibat langsung dalam 13 gol dalam 8 penampilan terakhir di babak gugur (7 gol, 6 assist).
  • Argentina mencatat 13 pertandingan Piala Dunia yang berlanjut ke perpanjangan waktu, memecahkan rekor imbang dengan Jerman (12) – dan memenangkan 11 di antaranya via adu penalti.
  • Kemenangan ke‑5 Argentina di perpanjangan waktu, terbanyak kedua setelah Italia (6).
  • Tim pertama dalam sejarah yang mencetak dua gol dalam satu babak perpanjangan waktu pada beberapa pertandingan dalam satu edisi.
  • Messi kini memegang 15 keterlibatan gol di fase knockout – rekor tertinggi 60‑tahun terakhir, mengalahkan Mbappé (14).
  • Dengan rata‑rata usia 30 tahun 177 hari, skuad inti Argentina menjadi tim tertua yang mencapai perempat final sejak Brasil (30 tahun 209 hari) melawan Inggris pada 1962.
  • Gol terakhir Lautaro Martínez (menit 121) menjadi gol Argentina paling akhir dalam sejarah Piala Dunia mereka.

Semifinal Menanti: Argentina vs Inggris

Di babak selanjutnya, La Albiceleste akan berhadapan dengan Inggris, yang menyingkirkan Norwegia 2‑1 di Miami. Pertarungan taktik antara gaya menekan tinggi Argentina dan serangan cepat Inggris diprediksi akan menjadi duel klasik yang menegangkan.

Analisis Pakar

Melihat performa Argentina hingga kini, jelas bahwa strategi fleksibel Marcelo Gallardo (jika tetap menjadi pelatih) atau skema taktis baru yang diusung oleh tim teknis menonjolkan keseimbangan antara serangan sayap dan midfield kreatif. Mac Allister menjadi penggerak utama, bukan hanya mencetak gol, tetapi juga membuka ruang bagi Alvarez dan Martínez. Keberhasilan mereka dalam memanfaatkan tendangan sudut menjadi bukti kerja sama antara set‑piece specialist dan penyerang udara yang terlatih.

Di sisi lain, Messi kini bertransformasi menjadi playmaker veteran. Meskipun gol beruntunnya terhenti, asistennya yang beragam – dari bola mati hingga pergerakan di tengah lapangan – menunjukkan evolusi taktik tim: memanfaatkan kecerdasan posisi Messi untuk mengatur ritme serangan, bukan sekadar menjadi pencetak gol utama. Ini menandakan fase baru dalam karier sang "La Pulga", di mana ia menjadi director of play yang mengatur tempo dan menciptakan peluang bagi generasi muda.

Jika Argentina berhasil menahan tekanan Inggris, kunci kemenangan terletak pada ketahanan mental dan manajemen energi di perpanjangan waktu. Tim harus menjaga konsistensi pressing, menghindari kebobolan dari serangan balik cepat, serta memanfaatkan setiap peluang set‑piece – area yang telah terbukti produktif. Saya memperkirakan pertandingan akan berakhir dengan selisih tipis, kemungkinan 2‑1 atau 3‑2, dengan gol penentu datang dari Alvarez atau Martínez yang sudah terbukti tajam di fase ekstra.

Secara keseluruhan, Argentina tidak hanya menumpas Swiss; mereka menulis babak baru dalam sejarah Piala Dunia. Dengan kombinasi pengalaman Messi, kecepatan Alvarez, serta ketajaman Martinez, tim ini memiliki semua bahan bakar untuk menaklukkan Inggris dan melaju ke final. Namun, tantangan selanjutnya akan menguji kedalaman skuad, kemampuan taktik adaptif, dan ketangguhan mental – faktor‑faktor yang akan menentukan apakah La Albiceleste dapat menambah satu lagi piala dunia dalam lemari mereka.