OJK Usulkan Konsep 'Universal Banking' untuk Meningkatkan Daya Tarik Investasi di PFII

Ekonomi
Dian KusumaDian Kusuma
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

OJK Usulkan Konsep 'Universal Banking' untuk Meningkatkan Daya Tarik Investasi di PFII
BAGIKAN:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan penerapan konsep 'universal banking' di wilayah Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk meningkatkan daya tarik investasi internasional. Konsep ini diharapkan dapat menyederhanakan perizinan dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa usulan tersebut sebagai bagian dari penyempurnaan substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang PFII. Menurutnya, pengaturan kegiatan 'universal banking' di wilayah PFII dapat meningkatkan daya tarik investasi internasional dengan tetap memenuhi prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

'Universal banking' atau bank universal didefinisikan sebagai bank umum yang menjalankan kegiatan perbankan komersial dan perbankan investasi secara terpadu. Bank universal dapat menyediakan berbagai layanan keuangan, mulai dari penghimpunan dana, penyaluran kredit, jasa lalu lintas pembayaran, penjaminan emisi efek, manajemen aset, hingga layanan konsultasi dan jasa keuangan lainnya.

Dian memandang bahwa 'universal banking' lebih efisien untuk diterapkan di PFII karena menghadirkan layanan jasa keuangan terpadu (one-stop service). Dengan skema tersebut, pelaku usaha tidak perlu mengurus perizinan secara terpisah untuk setiap sektor, seperti perbankan, asuransi, hingga pasar modal.

Menurut saya, penerapan 'universal banking' di PFII dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik investasi internasional dan memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, perlu diingat bahwa implementasi konsep ini harus dilakukan dengan hati-hati dan memenuhi prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko untuk menghindari potensi risiko yang dapat timbul.