Vaksin Dengue Berbasis mRNA: Harapan Baru dalam Penanggulangan Demam Berdarah

Kesehatan
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Vaksin Dengue Berbasis mRNA: Harapan Baru dalam Penanggulangan Demam Berdarah
BAGIKAN:

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyambut baik pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA yang dilakukan oleh Universitas Indonesia dan Tsinghua University. Menurut Kepala BPOM, Taruna Ikrar, vaksin ini tidak hanya akan membantu Indonesia, tetapi juga dunia, dalam menanggulangi penyakit demam berdarah yang telah menelan korban jiwa yang signifikan.

Setiap tahunnya, sekitar 390 juta orang terinfeksi virus dengue secara global, dengan 161 ribu orang terinfeksi dan 700 orang meninggal di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan vaksin ini dianggap sebagai langkah awal yang sangat penting dalam penanggulangan penyakit ini.

Taruna Ikrar juga menekankan bahwa teknologi mRNA memiliki sejumlah kelebihan, seperti lebih stabil, berkhasiat, canggih, dan mudah dikembangkan. BPOM akan mendukung proyek ini dengan memastikan keamanan dan efikasinya.

Principal Investigator dari Departemen Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia, Beti Ernawati, mengatakan bahwa vaksin ini saat ini dalam tahap uji preklinis. Namun, hasil pre-clinical trial menunjukkan bahwa vaksin ini memiliki efikasi yang lebih baik dibandingkan dengan vaksin komersial yang sudah ada di Indonesia.

Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Ayom Widipaminto, mengatakan bahwa pihaknya bersama PT Etana mendanai prototipe dan uji klinis vaksin ini dengan total dana sebesar Rp16 miliar. LPDP siap mendanai proyek ini untuk memastikan Indonesia mendapatkan vaksin dan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan.

Sebagai seorang jurnalis investigasi, saya percaya bahwa pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA ini adalah langkah maju yang signifikan dalam penanggulangan penyakit demam berdarah. Namun, perlu diingat bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan vaksin ini, seperti uji klinis yang lebih lanjut dan distribusi vaksin yang efektif. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, lembaga penelitian, dan industri farmasi untuk memastikan kesuksesan proyek ini.