Peralihan Konsumsi BBM di Jatim: Pertamina Siap, Tapi Kuota Subsidi di Tangan Pemerintah
Dian Kusuma
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Surabaya, Jawa Timur - Pertamina Patra Niaga mencatat adanya peralihan konsumsi masyarakat dari Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax ke Pertalite sekitar 7-10 persen di Jawa Timur. Peralihan ini terjadi setelah kenaikan harga Pertamax dan Pertamina Dex beberapa waktu lalu.
Menurut Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi, peralihan konsumsi ini mayoritas terjadi di wilayah perkotaan di Jawa Timur dengan karakteristik padat kendaraan.
Pertamina telah mengantisipasi peralihan konsumsi ini dengan membuat proyeksi dan langkah antisipasi untuk disampaikan ke masing-masing wilayah dan pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam perhitungan kebutuhan kuota hingga akhir 2026.
Namun, Ahad menegaskan bahwa kuota BBM subsidi bukan kewenangan Pertamina, melainkan pemerintah pusat. Pertamina hanya menjalankan penugasan dari pemerintah mengenai alokasi kuota BBM subsidi.
Saat ini, kuota yang ditetapkan pemerintah untuk BBM Biosolar sebanyak 2,47 juta kilo liter (KL) sedangkan Pertalite sebanyak 3,96 juta KL hingga akhir tahun untuk Jawa Timur.
Sebagai jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa peralihan konsumsi BBM di Jatim ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai beradaptasi dengan kenaikan harga BBM. Namun, perlu diingat bahwa kuota BBM subsidi masih di tangan pemerintah, sehingga perlu ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan Pertamina untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
BERITA TERKAIT

Pengamat Desak Peningkatan Hak Keuangan Kepala Daerah Harus Diimbangi dengan Kinerja yang Terukur
Siti Rahmawati
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak di Bekasi dan Jakbar, 9 Korban Diselamatkan
Budi Santoso
PM Modi: Restorasi Candi Prambanan Akan Meningkatkan Jumlah Wisatawan India
Budi Santoso