Asabri Siapkan Tiga Strategi Untuk Perkuat Keuangan
Siti Amalia
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

PT Asabri (Persero) tengah mempersiapkan tiga inisiatif strategis untuk memperkuat kesehatan keuangan perusahaan. Langkah ini meliputi penyelesaian aset hasil putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), pembayaran Unfunded Past Service Liability (UPSL), serta penyesuaian premi program Tabungan Hari Tua (THT).
Direktur Utama Asabri, Jeffry Haryadi P Manullang, menyatakan bahwa ketiga inisiatif tersebut diperlukan untuk memperkuat kesehatan keuangan perusahaan sekaligus menjamin keberlanjutan pemenuhan hak peserta. Ia berharap dapat memperoleh dukungan yang terus berkelanjutan dari Komisi VI DPR RI.
Asabri saat ini sedang dalam proses dengan Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, dan Danantara untuk memperoleh aset inkracht dalam perkara investasi perseroan. Terdapat dua kelompok aset yang diupayakan, yaitu aset yang dirampas untuk negara dengan nilai investasi sekitar Rp295 miliar dan aset yang diputus dirampas untuk negara sebagai aset jaminan dari investasi milik perseroan.
Saya, sebagai Budi Santoso, pimpinan redaksi dan jurnalis senior investigasi Indonesia, melihat bahwa upaya Asabri untuk memperkuat keuangan perusahaan melalui tiga inisiatif strategis tersebut merupakan langkah yang tepat. Namun, penting untuk memastikan bahwa proses penyelesaian aset dan pembayaran UPSL dilakukan dengan transparan dan akuntabel untuk menjaga kepercayaan publik dan menjamin keberlanjutan pemenuhan hak peserta.
BERITA TERKAIT

Penyerangan Polisi di Katingan: Dua Terduga Pelaku Ditangkap, Lima Orang Sudah Diamankan
Siti Rahmawati
Transformasi Posyandu: Membangun Pelayanan Dasar yang Lebih Kuat dan Terpadu
Siti Rahmawati
Masyarakat Kecil dan UMKM Bersatu untuk Mempertahankan Program Makan Bergizi Gratis
Budi Santoso