Masyarakat Kecil dan UMKM Bersatu untuk Mempertahankan Program Makan Bergizi Gratis
Budi Santoso
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Sebuah aksi damai di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Pusat, Rabu, menarik perhatian masyarakat. Ratusan peserta dari berbagai daerah berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dan memberikan ruang yang adil bagi pelaku usaha kecil.
Koordinator Presidium Relawan dan Simpatisan Dukung MBG, Ahmad Yazdi, menyampaikan harapannya bahwa program MBG tetap berpihak kepada masyarakat kecil, terutama pelaku usaha mikro dan para mitra yang terlibat dalam program MBG. Ia mengatakan bahwa peserta aksi yang hadir merupakan mitra usaha mikro dan relawan yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Menurut Ahmad, para peserta aksi datang untuk menyampaikan aspirasi agar pelaksanaan program tetap memberikan ruang yang adil bagi pelaku usaha kecil yang telah berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta aksi karena aspirasi mereka belum dapat disampaikan secara langsung kepada pimpinan BGN dalam aksi tersebut.
Sebelumnya, ratusan peserta aksi berjalan kaki dari kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Kantor BGN di Kebon Sirih. Dalam aksi tersebut, mereka meminta adanya dialog dengan pimpinan BGN serta mendorong perbaikan tata kelola pelaksanaan MBG agar keberlangsungan program itu tetap memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya pelaku usaha mikro yang menjadi mitra program.
Sebagai seorang jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat kecil dan UMKM memiliki kekuatan dan kesadaran untuk mempertahankan hak mereka. Mereka tidak ingin program MBG dihentikan karena program ini telah memberikan manfaat besar bagi mereka. Namun, perlu diingat bahwa program ini juga harus diawasi dan diperbaiki agar tidak terjadi penyelewengan dan korupsi.
BERITA TERKAIT

Jakarta Siapkan Enam Halte Transjakarta untuk Naming Rights: Peluang Bisnis atau Risiko Publik?
Siti Amalia
Rencana Pemerintah Bangun Pabrik Metanol di Bojonegoro dan Kaltim: Antara Janji Hilirisasi dan Risiko B50
Hendra Gunawan
Target Ambisius PBVSI: Timnas Uâ18 Indonesia Incar Empat Besar di Kejuaraan Asia 2026
Maya Sari