IHSG Siap Melonjak? Prediksi Ahli Ini Bikin Investor Wajib Waspadai!
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- IHSG diproyeksikan naik terbatas hari ini, namun risiko koreksi tetap mengancam di level 5.747-5.935.
- Dua analis teknikal memberikan sinyal berbeda: satu mengantisipasi resistance di 6.264, sementara yang lain memperingatkan potensi bearish jika tidak tembus level kunci.
- Rekomendasi saham dari analis mencakup sektor energi, manufaktur, dan konsumsi dasar, tetapi keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis mandiri.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada perdagangan Selasa (21/7), meski secara terbatas. Analis teknikal Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang menembus level 6.264, namun koreksi mungkin terjadi jika gagal melampaui resistance kritis di 6.377. Ia menyarankan pemantauan area support 6.111-5.839 dan resistance 6.286-6.599, serta merekomendasikan saham seperti AMMN, BIPI, dan NCKL.
Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menekankan bahwa IHSG sedang berada di titik kritis yang menentukan arah pergerakan. Ia memperingatkan bahwa jika penutupan hari ini tetap di bawah 6.264, indeks saham berpotensi memasuki fase bearish. Prediksi support-nya lebih luas, mencakup level 6.138-5.739, dengan resistance utama di 6.264-6.835. Rekomendasinya meliputi saham BBNI, ICBP, dan KLBF.
Pada penutupan Senin (20/7), IHSG ditutup di level 6.231 dengan penguatan 56,24 poin (0,91%). Volume perdagangan mencapai Rp17,15 triliun dengan 35,52 miliar saham yang diperdagangkan. Performa sektor menunjukkan 399 saham menguat, 210 terkoreksi, dan 185 stagnan. Data ini mencerminkan sentimen investor yang cenderung optimis, tetapi volatilitas tetap perlu diwaspadai. Stabilitas Ekonomi RI 2026 menjadi faktor penting yang perlu dipantau oleh investor dalam menilai prospek jangka panjang pasar saham.
Gejolak global seperti Trump guncang pasar global juga berdampak pada fluktuasi IHSG, sementara ancaman kekeringan energi global menjadi pertimbangan khusus bagi saham sektor energi yang direkomendasikan.
BERITA TERKAIT

Satgas PASTI Blokir PT Econext Ventures: Investasi Green Tech Diduga Penipuan MLM

Tragedi di Bologna: Kematian Pengusaha Membakar Protes Anti‑Polisi, Bisnis dan Politik Terguncang
