Inggris Menaklukkan Prancis 6-4, Akhiri Rekor Buruk di Piala Dunia 2026!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, mengakhiri tren kekalahan di duel ketiga.
- Bukayo Saka mencetak hattrick, sementara Jude Bellingham menutup pertandingan dengan aksi spektakuler di injury time.
- Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Three Lions setelah dua kegagalan sebelumnya di 1990 dan 2018.
Dalam sebuah pertandingan yang penuh drama dan aksi menegangkan, Inggris berhasil merebut peringkat ketiga Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Prancis 6-4 di babak penalti. Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Three Lions, yang selama ini dikenal rentan di duel perebutan tempat ketiga. Di edisi 1990, Inggris kalah 1-2 dari Italia, sementara di 2018 mereka gagal mengatasi Belgia dengan skor 0-2. Kali ini, mereka tak hanya menaklukkan lawan dengan skor tinggi, tetapi juga menunjukkan mentalitas juara.
Babak pertama berlangsung seperti api dalam percikan. Declan Rice dan Ezri Konsa memperkuat keunggulan Inggris, sementara Bukayo Saka menjadi pahlawan dengan dua gol. Namun, Prancis tidak mau kalah mudah. Kylian Mbappe dan Bradley Barcola menebar kepanikan dengan menggiring Prancis mendekati skor 3-4 di menit ke-66. Drama mencapai puncaknya ketika Ousmane Dembele menyelamatkan Prancis dengan gol indah di injury time, tetapi Jude Bellingham menutup pertandingan dengan aksi individu yang memukau, mengunci kemenangan 6-4 untuk Inggris.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah mengikuti perjalanan Three Lions selama bertahun-tahun, kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa Inggris kini memiliki mentalitas yang lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya. Di 1990, mereka kehilangan kendali emosi di menit-menit krusial, sementara di 2018, kekurangan kreativitas membuat mereka tak bisa menggoyang Belgia. Namun, di 2026, kita menyaksikan tim yang lebih taktis, lebih berani, dan lebih konsisten. Saka menjadi simbol perubahan ituâdari pemain muda yang disalahpahami menjadi andalan di garis depan. Hat-tricknya bukan sekadar statistik, tetapi tanda bahwa Inggris kini punya pemain yang mampu memimpin serangan di momen-momen vital.
Dari sisi taktikal, pelatih Inggris mungkin menemukan formulanya. Dengan mengandalkan pressing tinggi di babak pertama, mereka berhasil memecah pertahanan Prancis yang tampaknya belum siap. Namun, kelemahan dalam mengatur stamina menjadi catatan kritis. Prancis berhasil memanfaatkan kelelahan pemain Inggris di babak kedua, dan jika tidak ada aksi Bellingham di injury time, mungkin kita akan menyaksikan kegagalan lain. Ini menunjukkan bahwa meski kemenangan emas, Inggris masih perlu meningkatkan ketahanan fisik dan kepercayaan diri di fase akhir pertandingan.
Dari sisi psikologis, kemenangan ini akan menjadi bahan bakar besar bagi generasi muda Inggris. Three Lions kini memiliki dasar yang lebih kuat untuk menargetkan Piala Dunia 2030. Mereka tak lagi dianggap sebagi tim yang hanya bisa bermain di babak awal. Dengan Saka, Bellingham, dan Rice, Inggris kini punya inti pemain yang mampu bertahan di kompetisi kelas dunia. Namun, tantangan besar masih menanti: bagaimana mereka menjaga performa ini di bawah tekanan dan menghadapi tim-tim kelas atas seperti Argentina atau Spanyol?
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa skor akhir pertandingan Inggris vs Prancis di Piala Dunia 2026?
A: Skor akhir adalah 6-4 untuk kemenangan Inggris dalam perebutan peringkat ketiga. - Q: Siapa pemain yang mencetak hattrick dalam pertandingan ini?
A: Bukayo Saka mencetak hattrick melalui dua gol di babak pertama dan satu gol dari penalti di babak kedua. - Q: Apa makna kemenangan ini bagi Inggris?
A: Kemenangan ini mengakhiri rekor buruk Inggris di duel perebutan peringkat ketiga Piala Dunia, yang sebelumnya gagal di 1990 dan 2018.
BERITA TERKAIT

Tragedi di Bologna: Kematian Pengusaha Membakar Protes AntiâPolisi, Bisnis dan Politik Terguncang

Haaland dan Vozinha Menggebrak Instagram: Siapa yang BenarâBenar Mengalahkan Messi & Ronaldo?
