Trump Dorong Infantino Jadi Sekjen PBB: Dari Piala Dunia ke Panggung Global
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Ringkasan Singkat
- Donald Trump dikabarkan mendukung Gianni Infantino untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah Piala Dunia 2026.
- Hubungan dekat antara Trump dan Gianni Infantino terlihat dalam beberapa acara publik, termasuk penyerahan trofi Piala Dunia.
- Proses pemilihan Sekjen PBB masih memerlukan persetujuan Dewan Keamanan dan Majelis Umum, dengan Amerika Serikat memegang hak veto.
Sejak FIFA mengumumkan bahwa Gianni Infantino akan memimpin penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tiga negara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko), kedekatan antara Donald Trump dan presiden federasi sepak bola tersebut menjadi sorotan internasional. Sumber yang mengutip The Post menyatakan bahwa Trump menganggap Infantino "dihormati oleh semua orang di seluruh dunia" dan memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan beragam pihak.
Menurut laporan, Trump telah menyampaikan dukungan secara pribadi kepada Infantino, bahkan menelponnya untuk meninjau keputusan kontroversial FIFA terkait kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang pertandingan babak 16 besar melawan Belgia. Keterlibatan Trump dalam acara-acara sepak bola juga tampak jelas: ia menerima Penghargaan Perdamaian FIFA pada Desember lalu, menyerahkan trofi Piala Dunia Antarklub di Stadion MetLife, dan bersama Infantino serta Ibu Negara Melania Trump, menyerahkan trofi Piala Dunia kepada pemain Spanyol, Rodri, setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0.
Jika Infantino memutuskan mencalonkan diri, proses pemilihan Sekretaris Jenderal PBB akan dimulai pada akhir tahun ini, dengan masa jabatan baru dimulai 1 Januari 2027. Saat ini, jabatan tersebut dipegang oleh AntĂłnio Guterres, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember mendatang. Kandidasi Infantino harus mendapatkan dukungan bulat dari semua 15 anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk hak veto yang dimiliki oleh lima anggota tetap, salah satunya Amerika Serikat.
Paolo Zampolli, utusan khusus Trump untuk kemitraan global, menilai bahwa pengalaman Infantino mengelola organisasi dengan lebih dari 200 anggota federasi nasional memberi keunggulan kompetitif dalam mengelola 193 negara anggota PBB. Namun, Infantino juga menghadapi kritik dari kalangan sepak bola internasional terkait keputusan FIFA yang dianggap tidak konsisten, serta pertanyaan tentang minatnya untuk beralih ke arena diplomasi global.
Analisis Pakar
Secara struktural, usulan Trump untuk menempatkan seorang pemimpin olahraga ke dalam posisi tertinggi organisasi multilateral menandakan pergeseran paradigma dalam cara kekuasaan politik Amerika diproyeksikan. Gianni Infantino telah menunjukkan kemampuan menggalang dukungan luas dalam lingkup FIFA, namun dinamika politik internasional jauh lebih kompleks, melibatkan pertimbangan keamanan, hak asasi, dan kepentingan geopolitik yang tidak selalu selaras dengan logika manajemen olahraga.
Hak veto Amerika Serikat di Dewan Keamanan memberi Trump leverage yang signifikan, namun juga menimbulkan risiko diplomatik. Negaraânegara lain, terutama yang memiliki hubungan tegang dengan AS, dapat menolak kandidat yang dianggap terlalu dekat dengan kepentingan Washington. Oleh karena itu, meskipun Infantino memiliki jaringan luas, ia harus menavigasi persetujuan konsensus yang melibatkan negaraânegara dengan agenda beragam, termasuk Rusia, China, dan negaraânegara Eropa Barat.
Selain itu, peralihan dari dunia olahraga ke diplomasi memerlukan pemahaman mendalam tentang isuâisu global seperti perubahan iklim, konflik bersenjata, dan hak migranâbidang yang tidak menjadi fokus utama dalam kepemimpinan FIFA. Kegagalan untuk menunjukkan kompetensi di bidangâbidang tersebut dapat memperlemah legitimasi Infantino di mata anggota PBB.
Terakhir, dinamika internal FIFA sendiri menambah lapisan kompleksitas. Infantino akan menghadapi pemilihan kembali pada Kongres FIFA 2027, yang dapat mengalihkan energinya dari agenda PBB. Jika ia berhasil mengamankan kedua posisi, hal itu dapat menimbulkan konflik kepentingan yang signifikan, mengingat kedua organisasi memiliki mandat yang sangat berbeda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah Gianni Infantino secara resmi mencalonkan diri sebagai Sekjen PBB?
A: Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Infantino atau FIFA mengenai niatnya mencalonkan diri. - Q: Bagaimana proses pemilihan Sekjen PBB?
- A: Kandidat harus mendapat dukungan bulat dari 15 anggota Dewan Keamanan, termasuk hak veto, kemudian disetujui oleh Majelis Umum PBB.
- Q: Apa peran Amerika Serikat dalam pemilihan ini?
- A: Sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan, AS memiliki hak veto yang dapat menghalangi atau mendukung kandidat apa pun.
BERITA TERKAIT

Rombakan Besar di Pidsus: 29 Pejabat Diganti, Apa Motif di Balik Mutasi Ini?

Kredit Perbankan Melonjak 12,67% di Juni 2026: Apa Artinya bagi Bisnis Indonesia?
