The Odyssey Pecahkan Rekor Box Office: Rp2,2 Triliun dalam Debut Pertama!
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ringkasan Singkat
- The Odyssey meraup US$124,5 juta (≈ Rp2,2 triliun) hanya dalam akhir pekan pembukaannya di Amerika Utara.
- Film ini menjadi debut domestik terbesar Christopher Nolan sejak The Dark Knight Rises (2012) dan masuk peringkat tiga pembukaan terbesar 2026.
- Sementara Disney mengalami kegagalan besar dengan live‑action Moana yang diproyeksikan merugi US$100 juta.
Film epik The Odyssey langsung menggebrak box office Hollywood pada akhir pekan pertamanya. Proyek terbaru sang maestro Christopher Nolan berhasil mengumpulkan US$124,5 juta (setara Rp2,2 triliun) di pasar Amerika Utara, melampaui semua prediksi Variety pada 19 Juli.
Angka fantastis ini menempatkan The Odyssey sebagai debut domestik terbesar Nolan sejak The Dark Knight Rises (US$160 juta) dan menempati posisi ketiga dalam daftar pembukaan terbesar tahun 2026, hanya di belakang Toy Story 5 (US$159 juta) dan The Super Mario Galaxy Movie (US$131 juta).
Yang menarik, The Odyssey adalah film petualangan kolosal hampir tiga jam dengan rating R—genre yang kini jarang diproduksi dan biasanya mengurangi penonton. Meski begitu, film ini tetap menular ke pasar internasional, mengumpulkan US$139,6 juta dari 73 negara, sehingga total pendapatan global pada pekan pertama mencapai US$264,1 juta. Ini menjadi pembukaan global terbesar dalam karier Nolan, mengalahkan rekor sebelumnya dari The Dark Knight, Oppenheimer, dan tentu saja The Dark Knight Rises.
Sementara itu, live‑action Moana dari Disney menempati posisi kedua dengan hanya US$19 juta pada pekan kedua—penurunan 56 % dari debutnya yang hanya US$43 juta. Dengan biaya produksi US$250 juta, film ini diproyeksikan merugi setidaknya US$100 juta.
Musim panas ini memang berwarna-warni bagi Disney: ada hit besar seperti The Devil Wears Prada 2 (US$688 juta) dan Toy Story 5, namun juga kegagalan mahal seperti Moana dan Star Wars: The Mandalorian and Grogu (US$340 juta dari anggaran US$165 juta). Di sisi lain, Minions and Monsters mengalami penurunan 34 % dan kini berada di posisi ketiga dengan pendapatan US$14,8 juta pada akhir pekan terakhir.
Terlepas dari fluktuasi, Toy Story 5 terus menegaskan diri sebagai raja musim panas dengan total US$958 juta secara global setelah lima pekan, mendekati ambang US$1 miliar. Sementara Supergirl dari Warner Bros. dan DC menurun drastis, hanya mengumpulkan US$69,9 juta domestik dan diproyeksikan merugi lebih dari US$120 juta.
Analisis Pakar
Keberhasilan The Odyssey bukan sekadar kebetulan. Nolan kembali menegaskan bahwa penonton masih haus akan narasi epik yang menantang, meski durasinya hampir tiga jam dan ratingnya R. Ini menandakan bahwa kualitas storytelling dan visual yang memukau masih menjadi magnet utama, melampaui batasan demografis tradisional. Dari sudut pandang ekonomi film, pendapatan US$124,5 juta di pasar domestik menunjukkan bahwa strategi rilis premium—dengan penekanan pada pengalaman sinematik yang tak dapat digantikan oleh streaming—masih sangat menguntungkan.
Di sisi lain, kegagalan Moana mengingatkan industri bahwa brand Disney tidak otomatis menjamin kesuksesan. Biaya produksi US$250 juta menuntut ROI yang sangat tinggi, dan rating R serta durasi panjang tampaknya menjadi faktor penghambat bagi keluarga—target utama Disney. Ini menjadi pelajaran penting: adaptasi live‑action harus mempertimbangkan kembali segmen penonton dan menyeimbangkan antara nostalgia dan inovasi.
Fenomena Toy Story 5 yang hampir menembus US$1 miliar menegaskan kekuatan franchise animasi yang sudah teruji. Karakter-karakter yang sudah akrab sejak masa kanak‑kanak-kanak kini menjadi aset berharga yang dapat menggerakkan penonton dari generasi ke generasi, terutama ketika dipadukan dengan kampanye pemasaran yang terintegrasi secara global.
Terakhir, kegagalan Supergirl menyoroti risiko tinggi dalam proyek superhero berbudget besar. Meskipun nama DC memiliki basis penggemar yang loyal, tanpa cerita yang kuat dan pemasaran yang tepat, bahkan anggaran US$170 juta pun tidak cukup untuk menutup kerugian. Industri harus lebih selektif dalam memilih proyek yang memang memiliki nilai naratif dan potensi komersial yang jelas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa total pendapatan The Odyssey pada pekan pertama secara global?
A: US$264,1 juta (sekitar Rp4,75 triliun). - Q: Mengapa live‑action Moana diproyeksikan merugi?
A: Karena biaya produksi yang sangat tinggi (US$250 juta) dan pendapatan yang jauh di bawah target, diperkirakan akan merugi setidaknya US$100 juta. - Q: Film apa yang menempati posisi pertama dalam pembukaan terbesar tahun 2026?
A: Toy Story 5 dengan US$159 juta.
BERITA TERKAIT

Banjir Bandang Mematikan di Nuristan: Lebih dari 20 Korban Jiwa dalam Sekejap

Ziva Magnolya & Vino G Bastian Bikin Geger di Film ‘Ayah, Aku Mau Cerita’ – Drama Keluarga Penuh Misteri!
