Argentina Gigit Swiss 3-1, Kartu Merah Jadi Kunci Menuju Semifinal!

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Argentina Gigit Swiss 3-1, Kartu Merah Jadi Kunci Menuju Semifinal!
BAGIKAN:

Argentina melibas Swiss dengan skor 3-1 di perempat final Piala Dunia 2026, memastikan tiket semifinal yang sangat dinanti. Laga yang berlangsung pada Minggu (12/7) pagi WIB ini tidak hanya menampilkan tiga gol cantik, tetapi juga drama kartu merah yang mengubah jalannya pertandingan.

Sejak menit ke-9, Alexis Mac Allister membuka keunggulan Albiceleste lewat tembakan jarak menengah yang menembus pertahanan Swiss. Namun, Swiss tidak tinggal diam; pada menit ke-67, Dan Ndoye menyamakan kedudukan dengan gol balasan yang menegangkan.

Detik-detik krusial terjadi pada menit ke-69 ketika Breel Embolo menerima kartu merah setelah aksi keras yang dianggap melanggar aturan. Dengan satu pemain kurang, Swiss terpaksa bertahan dengan formasi 10 orang, memberi ruang bagi Argentina untuk menekan lebih intens.

Manfaatkan keunggulan numerik, JuliƔn Ɓlvarez menambah angka di menit ke-112, sementara Lautaro Martƭnez menutup skor di penghujung laga, mengamankan kemenangan 3-1. Ketiga gol Argentina menegaskan kecepatan transisi dan ketajaman akhir yang menjadi ciri khas tim Lionel Scaloni.

Setelah pertandingan, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui betapa sulitnya menghadapi tim Swiss yang ā€œsangat kuat secara fisikā€. Ia menuturkan, "Sejujurnya, kami menderita hari ini. Kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Saya pikir mereka membuat kami sangat kesulitan. Kami tidak mampu keluar dari situasi-situasi tertentu." Namun, Scaloni menambahkan, "Keberuntungan berpihak pada kami hari ini, karena mereka mendapat kartu merah dan, dari situ, tim kami langsung menyerang."

Scaloni juga menegaskan pentingnya perbaikan sebelum semifinal melawan Inggris. "Kita harus realistis, kita memiliki hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi menang selalu lebih baik. Meskipun demikian, apa yang dic