Sistem Keamanan Power House Pollux Bobol: Pencurian Kabel Rp143 Juta Ungkap Celah Fatal
Siti Rahmawati
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

CIKARANG — Sebuah insiden pencurian kabel skala besar mengguncang area Power House Pollux Cikarang, Kabupaten Bekasi. Dua pria berinisial N dan S berhasil diringkus aparat Kepolisian Sektor Cikarang Selatan setelah mencoba menggasak material kabel dengan nilai kerugian fantastis mencapai Rp143,7 juta.
Aksi kriminal ini terungkap pada Kamis (9/7) dini hari. Berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Iptu Luhut B, kedua pelaku tertangkap basah sekitar pukul 02.00 WIB setelah terdeteksi oleh petugas keamanan internal gedung. Namun, yang menjadi sorotan adalah bagaimana kedua pelaku mampu menyusup ke area vital tersebut.
Kronologi kejadian bermula saat seorang teknisi melakukan inspeksi rutin pada sistem kelistrikan gedung. Kecurigaan muncul ketika saksi mendengar suara asing dan menemukan potongan kabel yang sudah tertumpuk di atas panel. Setelah dilakukan penyisiran cepat, petugas keamanan menemukan sebuah tangga yang terpasang di dinding pembatas antara kawasan mal dan SPBU terdekat.
Modus Operandi: Memanfaatkan Celah Pendingin
Investigasi awal menunjukkan bahwa N dan S tidak masuk melalui pintu utama, melainkan menyusup melalui lubang pendingin mesin generator set (genset). Sebuah titik lemah infrastruktur yang ternyata menjadi pintu masuk bagi para pelaku ke jantung kelistrikan gedung.
Polisi mengamankan barang bukti berupa kabel FRC sepanjang 40 meter yang telah dipotong, serta sekitar 200 meter kabel yang sudah terputus namun masih berada di jalurnya. Selain itu, sejumlah alat kerja seperti tang, kunci ukuran 10, cutter, obeng, dan tespen turut disita sebagai alat kejahatan.
Saat ini, kedua tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Cikarang Selatan. Pihak kepolisian menegaskan masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain atau jaringan penadah yang lebih luas dalam kasus ini.
Analisis Redaksi: Menelisik 'Lubang' Keamanan dan Sindikat Logam
Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat kasus ini bukan sekadar pencurian kabel biasa. Nilai kerugian sebesar Rp143 juta menunjukkan bahwa target yang dipilih adalah material spesifik (kabel FRC) yang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap logam. Pertanyaan besarnya adalah: Bagaimana mungkin area vital seperti Power House bisa ditembus hanya melalui lubang pendingin genset?
Ini adalah tamparan keras bagi manajemen pengelola gedung. Penggunaan tangga di dinding pembatas antara mal dan SPBU menunjukkan bahwa pelaku telah melakukan survei lokasi sebelumnya. Ada indikasi kuat bahwa pelaku mengetahui titik buta (blind spot) kamera pengawas atau lemahnya patroli di area perimeter. Jika pelaku bisa masuk melalui lubang pendingin, maka ada kegagalan fatal dalam standar Physical Security gedung tersebut. Area Power House seharusnya menjadi zona steril dengan pengamanan berlapis, bukan sekadar mengandalkan pemeriksaan rutin teknisi.
Lebih jauh lagi, kita harus bicara soal ekosistem penadahan. Kabel industri dalam jumlah besar tidak bisa dijual di loak pinggir jalan tanpa memicu kecurigaan. Ada jaringan terorganisir yang siap menyerap material ini. Saya menduga N dan S hanyalah 'eksekutor lapangan' atau pion kecil. Polisi tidak boleh berhenti pada penangkapan dua orang ini; mereka harus mengejar siapa 'pemesan' atau penadah besar yang menjanjikan harga tinggi untuk kabel FRC tersebut. Tanpa memutus rantai penadahan, pencurian serupa akan terus berulang di kawasan industri Bekasi.
Prediksi saya, jika penyidikan tidak diperdalam hingga ke level distributor logam ilegal, kasus-kasus seperti ini akan menjadi tren di kawasan Cikarang. Kelemahan infrastruktur fisik yang dipadukan dengan tingginya permintaan material tembaga di pasar gelap adalah kombinasi mematikan. Saya mendesak pihak kepolisian untuk melakukan audit terhadap aliran distribusi logam bekas di wilayah Bekasi guna memetakan sindikat yang bermain di balik layar.
BERITA TERKAIT

Melawan Stigma dan Keterlambatan: Menkes Budi Gunadi Sadikin Bedah Akar Masalah Kusta di Jongaya

Misi Balas Dendam Three Lions! Akankah 'Sihir' Viking Norwegia Kembali Menghantui Inggris di Perempat Final Piala Dunia 2026?
