Produksi Gas Perdana Lapangan Maha Terealisasi, Searah Dorong Swasembada Energi Nasional

- Capaian ini menjadi bukti nyata dukungan korporasi terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi domestik.
- Mirko Araldi , CEO Searah Muara Bakau, menegaskan bahwa keberhasilan menuntaskan proyek pengembangan lepas pantai laut dalam secara aman dan tepat waktu membuktikan komitmen perusahaan.
- “Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Mirko dalam keterangan resminya di Jakarta.
Perusahaan energi hulu independen, Searah, menandai tonggak penting dalam kontribusi terhadap ketahanan energi nasional dengan mulai mengalirkan gas perdana dari Lapangan Maha yang berlokasi lepas pantai di Kalimantan Timur. Capaian ini menjadi bukti nyata dukungan korporasi terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi domestik. Secara strategis, produksi gas dari Lapangan Maha diproyeksikan akan meningkat secara bertahap hingga mencapai angka 230 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), sebuah langkah signifikan untuk memperkuat pasokan energi domestik.
Mirko Araldi, CEO Searah Muara Bakau, menegaskan bahwa keberhasilan menuntaskan proyek pengembangan lepas pantai laut dalam secara aman dan tepat waktu membuktikan komitmen perusahaan. “Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Mirko dalam keterangan resminya di Jakarta. Searah, yang merupakan hasil kemitraan strategis antara Eni dan Petronas, menyatakan bahwa keberhasilan ini mencerminkan dedikasi, keahlian teknis, serta kolaborasi kuat dengan Pemerintah Indonesia.
Kronologi Teknis: Instalasi Fasilitas Bawah Laut
Gas perdana dari Lapangan Maha berhasil dialirkan pada 30 Oktober 2026, menyusul rampungnya instalasi fasilitas bawah laut di awal tahun 2026. Secara teknis, proyek ini terdiri atas dua sumur produksi bawah laut yang terkoneksi ke Floating Production Unit (FPU) Jangkrik melalui pipa fleksibel dan umbilical sepanjang sekitar 12 kilometer. Lokasi Lapangan Maha berada di lepas pantai, sekitar 100 kilometer dari Balikpapan dan 12 kilometer di sebelah tenggara FPU Jangkrik. Keterhubungan infrastruktur ini krusial untuk memastikan aliran gas yang stabil dari kedalaman laut menuju fasilitas pemrosesan utama.
Proyeksi Produksi Strategis South Hub dan Dampak Nasional
Lapangan Maha merupakan salah satu komponen utama dalam strategi pengembangan South Production Hub milik Searah. Pengembangan ini dirancang untuk mengoptimalkan kapasitas pengolahan gas yang tersedia di FPU Jangkrik, bekerja sinergi dengan dua lapangan lainnya, yaitu Lapangan Gendalo dan Gandang. Dengan penambahan kapasitas dari ketiga lapangan tersebut, total produksi South Hub diproyeksikan mencapai tingkat plateau sekitar 750 MMSCFD. Strategi ini melengkapi proyek North Hub yang menjadi bagian dari pengembangan sumber daya gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Secara keseluruhan, inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat portofolio pengembangan hulu migas Indonesia serta berkontribusi nyata pada pertumbuhan industri energi nasional.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan

Rano Karno Soroti Peran Gotong Royong dalam Solusi Ketahanan Kota di Depan Delegasi CityNet

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global
