Menekraf Dorong Pembentukan OPD Ekraf di Pidie Jaya untuk Percepatan Ekonomi Lokal
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

- Pernyataan ini disampaikan dalam konteks apresiasi Kementerian Ekraf terhadap rencana pembentukan perangkat daerah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang dinilai memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan.
- Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, Riefky menggarisbawahi bahwa setiap daerah menyimpan potensi unik yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
- Ia secara spesifik mengapresiasi inisiatif Kabupaten Pidie Jaya dalam menyiapkan struktur kelembagaan untuk mendukung pengembangan potensi lokal tersebut.
Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), menegaskan bahwa pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) khusus ekonomi kreatif merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pengelolaan sektor ekraf secara optimal tidak hanya berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks apresiasi Kementerian Ekraf terhadap rencana pembentukan perangkat daerah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang dinilai memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, Riefky menggarisbawahi bahwa setiap daerah menyimpan potensi unik yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Ia secara spesifik mengapresiasi inisiatif Kabupaten Pidie Jaya dalam menyiapkan struktur kelembagaan untuk mendukung pengembangan potensi lokal tersebut. Untuk mempercepat transformasi ini, Kementerian Ekraf membuka pintu kolaborasi melalui program-program unggulan (*flagship*) yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan daerah dengan pasar global dan domestik.
Inisiatif Strategis Kementerian: Dari Aktivasi Desa hingga Akses Pasar
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Kementerian Ekraf mengandalkan tiga program andalannya: Aktivasi Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Program-program ini bertujuan untuk mendukung pengembangan talenta lokal, memperluas jejaring pelaku usaha, serta memastikan produk kreatif daerah memiliki nilai tambah dan daya saing yang kompetitif. Riefky menjelaskan bahwa intervensi pemerintah pusat akan berfokus pada dua area kunci, yaitu pengembangan kapasitas talenta dan penguatan branding untuk akses pasar yang lebih luas.
βNanti output-nya bisa memberikan kontribusi terhadap PDRB dan lapangan kerja,β ujar Riefky. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial agar potensi yang ada tidak hanya berhenti di level lokal, tetapi dapat berekspansi dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Pidie Jaya.
Kesiapan Lokal: Penguatan Kapasitas di Balik Batik Kakao dan Sepatu Kulit
Ketua Baleg DPRK Pidie Jaya, Nazarudin Ismail, menyatakan kesiapan penuh daerahnya dalam mengembangkan potensi ekraf yang beragam, mulai dari fesyen hingga kuliner. Dua komoditas unggulan, yaitu Batik Kakao dan sepatu kulit, identifikasi sebagai aset berharga yang perlu ditingkatkan kapasitas pelaku usahanya. Saat ini, pihak legislatif tengah mengupayakan penyusunan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) agar urusan ekonomi kreatif dapat diakomodasi secara formal di bawah Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pidie Jaya.
βTentu mereka (talenta kreatif) ini sangat menginginkan pelatihan, pendampingan hingga akses pasar sehingga mereka bisa ekspansi lebih lanjut,β jelas Nazarudin. Kehadiran struktur dinas ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi program serta memudahkan pelaku usaha dalam memperoleh dukungan pengembangan usaha. Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pengembangan ekonomi kreatif di Pidie Jaya diyakini akan terwujud secara sistematis dan berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.β
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Istana Gesa Proses Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari Jabatan Kepala KSP

Menteri Nusron Wahid Hadiri Gedung KPK Penuhi Panggilan Terkait Kasus Suap HGB Summarecon

Menko Pangan Zulkifli Hasan Salurkan Beras 30 Kg untuk 248 Penerima di Batam Jelang Akhir Tahun
