IHSG Tergelincir 1,34 Persen ke Level 4.838, Didorong Aksi Jual Asing Rp575 Miliar
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Pasar modal Indonesia dibuka dengan sentimen negatif pada perdagangan Rabu, 4 November 2026.
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam sebesar 65,74 poin atau 1,34 persen ke level 4.838, melanjutkan tren pembuka yang turun 47,33 poin atau 0,97 persen ke posisi 4.856,96 dari penutupan sebelumnya.
- Meskipun sempat mencoba bertahan di level tertinggi 4.860, indeks tidak mampu menahan tekanan jual dan merosot hingga menyentuh level terendah 4.834 pada awal perdagangan pagi ini.
Pasar modal Indonesia dibuka dengan sentimen negatif pada perdagangan Rabu, 4 November 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam sebesar 65,74 poin atau 1,34 persen ke level 4.838, melanjutkan tren pembuka yang turun 47,33 poin atau 0,97 persen ke posisi 4.856,96 dari penutupan sebelumnya. Meskipun sempat mencoba bertahan di level tertinggi 4.860, indeks tidak mampu menahan tekanan jual dan merosot hingga menyentuh level terendah 4.834 pada awal perdagangan pagi ini.
Teheran pasar menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi meski indeks merosot. Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.00 WIB, volume perdagangan tercatat mencapai 1,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp268,53 miliar dan frekuensi 40.847 kali. Dari 369 saham yang tercatat melemah, hanya 56 saham yang menguat, sementara 156 saham lainnya bergerak stagnan, mengindikasikan dominasi aksi jual di berbagai sektor.
Aliran Modal Asing dan Dampak pada Kapitalisasi Pasar
Pergerakan indeks yang dalam ini sejalan dengan arus keluar dana asing yang signifikan. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp575 miliar di seluruh pasar. Secara spesifik, di pasar reguler, jual bersih asing mencapai Rp759,98 miliar, yang sedikit terimbangi oleh beli bersih di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp184,99 miliar. Tekanan jual ini turut membebani kapitalisasi pasar yang tercatat sebesar Rp8.555,76 triliun.
Analisis komposisi transaksi menunjukkan dominasi asing dalam penjualan. Dari total volume transaksi 27,2 miliar saham, investor asing membukukan penjualan 8,5 miliar saham atau 15,61 persen, melampaui volume pembelian mereka yang hanya 8,3 miliar saham atau 15,21 persen. Sebaliknya, investor domestik menyumbang 18,9 miliar saham untuk pembelian (34,79 persen) dan 18,7 miliar saham untuk penjualan (34,39 persen). Dari sisi nilai transaksi sebesar Rp11,7 triliun, penjualan asing mencapai Rp4,7 triliun (20,10 persen) sementara pembeliannya Rp4,1 triliun (17,65 persen).
Gerakan Saham Unggulan dan Respons Emiten
Di tengah koreksi indeks, kinerja emiten mencatatkan volatilitas yang beragam. Saham-saham perbankan blue chip menunjukkan ketahanan relatif, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,88 persen ke Rp2.710 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,03 persen ke Rp4.890. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga tercatat naik 0,28 persen ke Rp3.600, menandakan adanya preferensi investor pada aset defensif saat pasar bergerak turun.
Sejumlah emiten tercatat bergerak secara ekstrem dibandingkan rata-rata pasar. Pada sektor yang menguat, saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melonjak 18,80 persen ke Rp278, disusul PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) yang menguat signifikan 33,33 persen ke Rp24. Sebaliknya, saham energi dan material mengalami tekanan berat; PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 2,50 persen ke Rp117, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,25 persen ke Rp2.370, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merosot 4,38 persen ke Rp1.200.
Gesekan antara aksi jual bersih asing yang masif dan aksi beli domestik yang relatif seimbang menjadi faktor utama penggerak pasar pada hari ini. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap kelanjutan tren pelemahan, terutama mengingat indeks LQ45 juga turut turun 0,71 persen ke posisi 493,76 pada pembukaan pagi tersebut.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

IHSG Melemah 47,33 Poin Di Tengah Ketegangan Geopolitik, KSSK Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026

Harga Emas Antam Melandai Jadi Rp2,537 Juta, Selisih Buyback Tembus Rp230 Ribu

IHSG Ambruk 47,33 Poin di Pembukaan Rabu, Investor Waspada Aksi Jual LQ45
