IHSG Anjlok 1,49% Dibuka, Gejolak Kasus Penyadapan dan Data Ketenagakerjaan AS Sentiment Pasar
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan pada perdagangan Rabu, 4 November 2026.
- Pergerakan pasar menunjukkan volatilitas tinggi.
- Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG sempat berada di 4.856,96 atau turun 0,97%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan pada perdagangan Rabu, 4 November 2026. Indeks tergelincir ke level 4.831,14, turun 1,49% dalam beberapa menit pertama setelah pembukaan sesi, didorong oleh tekanan jual masif di tengah meningkatnya ketidakpastian global serta gejolak politik di dalam negeri.
Pergerakan pasar menunjukkan volatilitas tinggi. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG sempat berada di 4.856,96 atau turun 0,97%. Namun, tekanan jual berlanjut hingga menyentuh level 4.831,14, hanya sedikit di atas titik terendah 4.828,92. Aktivitas perdagangan tercatat dengan volume 11,58 juta lot dan nilai transaksi Rp293,31 miliar, mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons berbagai sentimen negatif yang melanda pasar keuangan Indonesia.
Dominasi Sentimen Negatif: Kasus Penyadapan dan Gejolak Politik
Kekhawatiran investor didominasi oleh kasus penyadapan ilegal yang menyinggung nama Presiden Prabowo Subianto. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan tiga perwira tinggi sebagai tersangka, yakni Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta Nasution, dan Eko Hadi Santoso, seperti diumumkan oleh Kepala Bareskrim Asep Safrudin. Kasus ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan dan risiko politik yang berimbas pada stabilitas ekonomi, menjadi faktor utama pendorong aksi jual di pasar saham domestik.
Selain isu domestik, pasar juga terpantau ketat oleh dinamika geopolitik global, khususnya hasil Pemilu Sela Amerika Serikat yang berpotensi mengubah kontrol Kongres. Ketidakpastian kebijakan di Washington DC ini menambah tekanan terhadap aset-aset berisiko.
Fundamental Makro: Data Ketenagakerjaan AS dan Stabilitas Keuangan RI
Di sisi makroekonomi, data ketenagakerjaan AS menunjukkan kejutan dengan job openings melonjak tak terduga menjadi 7,523 juta pada September 2026, melampaui ekspektasi pasar. Kenaikan ini terutama didorong oleh sektor jasa profesional dan bisnis yang bertambah 106.000 lowongan. Meski memperkuat data AS, hal ini turut memengaruhi sentimen global. Sementara itu, di Indonesia, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di kuartal III-2026.
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi RI akan mencapai 5,4-5,5% pada tahun ini, ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan stimulus seperti program Makan Bergizi Gratis. Data fiskal mencatat pendapatan negara tumbuh 25,5% yoy menjadi Rp2.341,5 triliun, dengan aliran modal asing tercatat sebagai net inflow sebesar US$13,23 miliar hingga Oktober 2026.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Harga Emas Antam Melandai Jadi Rp2,537 Juta, Selisih Buyback Tembus Rp230 Ribu

IHSG Ambruk 47,33 Poin di Pembukaan Rabu, Investor Waspada Aksi Jual LQ45

IHSG Anjlok 1,57% ke Level 4.827, Tekanan Jangka Panjang Capai 34 Persen dalam Enam Bulan
