Dubes Ngurah Swajaya Dorong Ekspor Kopi Indonesia Melampaui Batas, Rebut Pasar Specialty Eropa di Swiss

- Keikutsertaan Indonesia dalam Swiss Coffee Festival (SCF) 2026 menjadi sorotan strategis dalam upaya memperkuat posisi specialty coffee Nusantara di pasar internasional.
- Kehadiran Indonesia didukung oleh tiga exhibitor berpengalaman yang telah memiliki jaringan distribusi di Eropa, yaitu Cademo Coffee dan Rayanna Roast dari Belanda, serta Meramanis Coffee dari Jerman.
- Mereka tidak hanya membawa nama besar, tetapi juga menawarkan variasi rasa dari kopi Sumatera, Jawa, Bali, hingga Flores.
Keikutsertaan Indonesia dalam Swiss Coffee Festival (SCF) 2026 menjadi sorotan strategis dalam upaya memperkuat posisi specialty coffee Nusantara di pasar internasional. Untuk keempat kalinya, Indonesia berpartisipasi dalam festival kopi paling bergengsi di Swiss tersebut, didorong oleh KBRI Bern bersama Atase Perdagangan di Jenewa yang bertujuan mempertahankan momentum peningkatan ekspor. Duta Besar RI untuk Swiss, Ngurah Swajaya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kopi Indonesia tetap menjadi pemain utama dengan mempertahankan originalitas dan keberlanjutan produksi, sekaligus memanfaatkan acara ini sebagai platform strategis untuk menjaring mitra bisnis di Eropa.
Kehadiran Indonesia didukung oleh tiga exhibitor berpengalaman yang telah memiliki jaringan distribusi di Eropa, yaitu Cademo Coffee dan Rayanna Roast dari Belanda, serta Meramanis Coffee dari Jerman. Mereka tidak hanya membawa nama besar, tetapi juga menawarkan variasi rasa dari kopi Sumatera, Jawa, Bali, hingga Flores. Menariknya, kopi arabika honey dari Jawa Barat dan jenis liberika menjadi primadona, dengan liberika yang menjadi satu-satunya jenis yang sangat jarang ditemui di pasar kopi Swiss. Inovasi proses honey anaerobe yang menghasilkan rasa fruity dan light juga mendapat sambutan hangat, mencerminkan tingginya apresiasi konsumen Eropa terhadap karakter unik kopi Indonesia.
Pencapaian Nilai Ekspor dan Strategi Jaring Mitra Baru
Partisipasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan visibilitas dan membuka ruang kolaborasi bisnis. KBRI mencatat peningkatan signifikan ekspor kopi Indonesia ke Swiss dalam satu dekade terakhir, dengan nilai tertinggi mencapai sekitar 32 juta dolar AS pada 2025. Di lantai festival, ketiganya berhasil menjaring mitra baru yang potensial menjadi buyer. Nozky Danit dari Meramanis Coffee, yang mengelola warung kopi di Kota Cologne, melaporkan permintaan spesifik untuk 10 ton kopi decaf dan 300 kilogram biji kopi robusta. Sementara itu, Rayanna menerima permintaan untuk arabika honey dari Jawa Barat, dan Cademo mendapat pesanan untuk kintamani klasik.
Kolaborasi ini diperluas dengan melibatkan tujuh sampel produk dari pelaku UMKM, antara lain PT Lamas Coffee Indonesia, CV Federico, PT Iceh Agro, PT Kopinang Indische Koffie, Kiyogura Mangun Karsa, Doa Coffee, dan PT Triputra Nusa Jaya. Produk yang didisplai mencakup green bean, roasted coffee, hingga kopi bubuk, yang turut memperkaya representasi karakter kopi Nusantara. Salah satu daya tarik unik adalah kehadiran kopi excelsa dari Lamas Coffee, yang menjadi satu-satunya produk kopi langka tersebut yang hadir di festival kali ini, menegaskan keberagaman potensi ekspor Indonesia.
Dampak Jangka Panjang dan Penguatan Citra Specialty Coffee Nusantara
Aktivitas promosi ini tidak hanya berfokus pada transaksi jangka pendek, tetapi juga pada pengembangan hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan mitra di Swiss dan negara Eropa lainnya. Bagi pelaku usaha seperti Nozky, kegiatan semacam ini krusial untuk mendorong pengenalan produk kopi Indonesia ke masyarakat luas yang semakin melek akan cita rasa specialty. Dengan menjaga originalitas dan sustainability, para petani dan pelaku usaha diharapkan dapat terus bersaing di pasar yang kompetitif. Secara keseluruhan, suksesnya partisipasi di SCF 2026 menjadi sinyal positif bagi penguatan posisi kopi Indonesia sebagai salah satu produk unggulan yang mampu memenuhi standar tinggi konsumen internasional, sekaligus membuka jalan bagi penetrasi pasar yang lebih dalam di benua biru.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
