Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Disney PHK Ribuan Karyawan: Strategi Efisiensi Agresif di Bawah Kepemimpinan Josh D'Amaro

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Disney PHK Ribuan Karyawan: Strategi Efisiensi Agresif di Bawah Kepemimpinan Josh D'Amaro
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Raksasa hiburan global, Walt Disney , tengah mempersiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru yang menjangkau ribuan karyawan.
  • Langkah drastis ini merupakan bagian integral dari strategi efisiensi biaya operasional dan restrukturisasi organisasi di bawah kepemimpinan Josh D'Amaro , yang resmi menjabat sebagai CEO pada awal tahun ini.
  • Informasi ini diperoleh dari sejumlah sumber internal yang meminta anonimitas karena belum berwenang memberikan pernyataan resmi kepada publik.

Raksasa hiburan global, Walt Disney, tengah mempersiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru yang menjangkau ribuan karyawan. Langkah drastis ini merupakan bagian integral dari strategi efisiensi biaya operasional dan restrukturisasi organisasi di bawah kepemimpinan Josh D'Amaro, yang resmi menjabat sebagai CEO pada awal tahun ini. Mengutip laporan CNBC International pada Rabu (4/11/2026), manajemen perusahaan bahkan telah menginstruksikan sejumlah manajer untuk memangkas anggaran hingga 20%, sebuah sinyal tegas tentang ketatnya kondisi finansial dan kebutuhan akan optimasi biaya yang signifikan.

Informasi ini diperoleh dari sejumlah sumber internal yang meminta anonimitas karena belum berwenang memberikan pernyataan resmi kepada publik. Rencana PHK ini menandai akselerasi dari serangkaian pemangkasan tenaga kerja yang telah dimulai sejak D'Amaro mengambil alih kendali perusahaan. Sebelumnya, pada April 2026, Disney mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap hingga 1.000 karyawan, dengan fokus utama pada divisi pemasaran. Gelombang kedua terjadi pada September, di mana sekitar 300 pekerja dari divisi sumber daya manusia (HR) dan teknologi diberhentikan. Bloomberg tercatat sebagai media pertama yang melaporkan rencana PHK besar-besaran terbaru ini, meskipun sinyal pengurangan karyawan sebenarnya sudah tersirat dalam laporan kinerja keuangan perusahaan pada Agustus lalu.

Kronologi Restrukturisasi dan Sinyal Manajemen

Dalam surat kepada pemegang saham yang ditandatangani oleh D'Amaro bersama Chief Financial Officer (CFO) Hugh Johnston pada 5 Agustus, manajemen menegaskan komitmen mereka untuk menciptakan kapasitas investasi tambahan melalui pengurangan biaya di seluruh lini perusahaan. "Kami tetap sangat fokus pada pengurangan biaya di seluruh perusahaan... Kami juga sedang mengevaluasi berbagai langkah yang dapat dilakukan," tulis Johnston kala itu. Selain PHK, Disney juga meluncurkan program pensiun dini pada bulan yang sama. Sonia Coleman, Chief People Officer Disney, menjelaskan dalam surat internal pada 24 Agustus bahwa program tersebut adalah bagian dari upaya membentuk kembali organisasi, termasuk pengurangan karyawan secara tidak sukarela yang akan berlanjut hingga tahun depan.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan, Disney mempekerjakan sekitar 231.000 karyawan pada akhir tahun fiskal 2025. Langkah efisiensi ini bukan fenomena tunggal di industri hiburan, melainkan tren global. Netflix baru saja mengumumkan PHK terhadap sekitar 6% dari total karyawannya melalui memo internal, sementara Skydance, hasil penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery, juga diperkirakan akan memangkas pekerja untuk merealisasikan target sinergi senilai US$6 miliar dalam tiga tahun ke depan.

Dampak Industri dan Prospek Keuangan Mendatang

Langkah Disney ini mencerminkan tekanan struktural yang dihadapi industri hiburan tradisional dalam beradaptasi dengan lanskap digital yang berubah cepat dan biaya produksi yang membengkak. Dengan rencana pelaporan kinerja keuangan kuartal IV tahun fiskal 2026 yang dijadwalkan pada 17 November mendatang, investor dan pemangku kepentingan akan menantikan detail lebih lanjut mengenai dampak finansial dari serangkaian pemangkasan ini. Strategi agresif D'Amaro ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan bisnis Disney di tengah persaingan ketat, dengan harapan bahwa penghematan biaya dapat dialihkan untuk investasi pada konten dan teknologi masa depan yang lebih menguntungkan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ