Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Andrea Bocelli Meriahkan JIExpo dengan Konser Romanza dan Kolaborasi Budaya Indonesia

HiburanNadia PutriNadia PutriSumber: Antara News
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Andrea Bocelli Meriahkan JIExpo dengan Konser Romanza dan Kolaborasi Budaya Indonesia
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kehadiran Bocelli di ibu kota menjadi salah satu sorotan utama rangkaian tur anniversary 30 tahun album tersebut di Asia Tenggara.
  • Konser ini tidak hanya sekadar perayaan musik, tetapi juga menampilkan kolaborasi lintas negara dan nuansa lokal.
  • Perpaduan suara tenor Bocelli dan soprano Lea menghasilkan harmoni yang memikat, menunjukkan bahwa musik klasik dapat menjembatani batasan budaya.

Andrea Bocelli sukses memukau publik Jakarta dalam konser megah bertajuk “Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia” yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) pada Selasa malam (3/11). Maestro tenor asal Italia ini tampil memukau dengan karakter vokal khasnya yang diiringi orkestra, menampilkan perpaduan karya opera klasik dan lagu-lagu hits dari album Romanza yang telah melambungkan namanya di panggung musik global. Kehadiran Bocelli di ibu kota menjadi salah satu sorotan utama rangkaian tur anniversary 30 tahun album tersebut di Asia Tenggara.

Konser ini tidak hanya sekadar perayaan musik, tetapi juga menampilkan kolaborasi lintas negara dan nuansa lokal. Bocelli berduet dengan penyanyi sopran Italia Mariam Battistelli dalam lagu “Con Te Partirò”, sementara dari Indonesia, Lea Simanjuntak mendapat kesempatan emas untuk berkolaborasi membawakan lagu ikonik “The Prayer”. Perpaduan suara tenor Bocelli dan soprano Lea menghasilkan harmoni yang memikat, menunjukkan bahwa musik klasik dapat menjembatani batasan budaya.

Kolaborasi Musikal dan Warna Lokal

Panggung JIExpo semakin ramai dengan kehadiran sejumlah musisi dari dalam dan luar negeri. Amy Manford memukau penonton dengan lagu “My Heart Will Go On”, disusul penampilan bariton Meksiko, Juan Carlos Heredia, yang menyanyikan “Toreador”. Bocelli juga berkolaborasi dengan pemain biola Rusanda Panfili dalam beberapa repertoar. Sebelum tampil utama, penonton disuguhi pertunjukan instrumental oleh Iskandar Widjaja yang diiringi tarian Sluku-Sluku Bathok dari Pagelaran Sabang Merauke, memberikan pembuka yang khas dengan sentuhan budaya Indonesia.

Alur pertunjukan dipandu oleh Avip Priatna yang memimpin Jakarta Concert Orchestra serta Batavia Madrigal Singers. Selain musik, konser ini juga menampilkan pertunjukan balet dan tari kreasi yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia. Pesan kemanusiaan turut disisipkan melalui rangkaian foto di layar panggung, menambah dimensi filosofis pada acara tersebut.

Respons Pengaman dan Signifikansi Tur

Konser yang dipromotori oleh Shoemaker Live ini menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang disambangi Bocelli dalam rangkaian tur 30 tahun album Romanza. Sebelumnya, sang maestro telah menyambangi Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026. Untuk memastikan kelancaran acara, pihak kepolisian mengerahkan 3.229 personil untuk pengamanan ketat, mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat Indonesia terhadap seni klasik.

Keberhasilan konser di Jakarta ini menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi utama bagi acara musik kelas dunia. Kolaborasi antara musisi internasional dengan seniman lokal seperti Lea Simanjuntak dan Iskandar Widjaja menjadi bukti nyata bahwa industri hiburan Indonesia mampu bersaing di panggung global dengan tetap mempertahankan identitas budayanya.

Meow! Tanya Nesi!
😸