AKBP Wikha Gandeng Warga Pulau Untung Jaga Kamtibmas, Polres Kepulauan Seribu Diantar Bantuan ke Masjid At-Tawaf

- Hal tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahmi dan sholat Subuh berjamaah bersama warga Pulau Untung Jawa , Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Rabu.
- Aktivitas ini merupakan implementasi dari semangat "Polisi Bersama Masyarakat" , yang bertujuan melindungi, mengayomi, dan melayani warga guna menjaga situasi tetap kondusif.
- Menurut AKBP Wikha , kunci utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini terletak pada kerukunan, komunikasi, dan kepedulian antarwarga yang harus terus dipertahankan oleh komunitas lokal.
Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Wikha Ardilestanto, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan memerlukan sinergi dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahmi dan sholat Subuh berjamaah bersama warga Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Rabu. Pendekatan humanis ini menjadi bagian dari komitmen Polres Kepulauan Seribu untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi permasalahan, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan dan komunikasi langsung yang membangun kedekatan.
Aktivitas ini merupakan implementasi dari semangat "Polisi Bersama Masyarakat", yang bertujuan melindungi, mengayomi, dan melayani warga guna menjaga situasi tetap kondusif. Menurut AKBP Wikha, kunci utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini terletak pada kerukunan, komunikasi, dan kepedulian antarwarga yang harus terus dipertahankan oleh komunitas lokal.
Pendekatan Humanis dan Penguatan Kepercayaan Publik
AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa kehadiran polisi di tengah aktivitas keagamaan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis antara Polri dan warga. "Polri ingin selalu hadir dan dekat dengan masyarakat, bukan hanya ketika terjadi permasalahan, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan, silaturahmi, dan komunikasi secara langsung," ungkapnya. Dia mengajak seluruh warga Pulau Untung Jawa untuk terus menjaga kerukunan dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman. Melalui dialog tersebut, Polres menekankan pentingnya membangun komunikasi yang intensif agar potensi konflik dapat diatasi secara dini melalui musyawarah warga.
Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap aktivitas kemasyarakatan, Polres Kepulauan Seribu juga menyerahkan bantuan kepada Masjid At-Tawaf. Bantuan ini diserahkan langsung kepada Ketua DKM Ustadz Rusli dan merupakan wujud dukungan institusi kepolisian terhadap kemakmuran rumah ibadah. Langkah ini mempertegas komitmen lembaga dalam menjaga harmoni sosial, di mana keamanan fisik dan ketenangan spiritual masyarakat dianggap sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.
Komitmen Jaga Kamtibmas dan Langkah Lanjutan
Kegiatan di Pulau Untung Jawa ini menjadi tolak ukur bagaimana Polres Kepulauan Seribu mengedepankan pendekatan preventif berbasis komunitas. Dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga ketertiban, institusi kepolisian berharap dapat memitigasi risiko gangguan keamanan secara efektif. AKBP Wikha menegaskan bahwa komitmen "Polisi Bersama Masyarakat" akan terus diimplementasikan melalui berbagai interaksi rutin, memastikan bahwa layanan kepolisian tetap responsif terhadap kebutuhan warga kepulauan yang unik.
Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kepulauan Seribu dapat terjaga secara stabil dan kondusif. Kolaborasi antara aparat dan warga ini tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di kawasan pesisir dan kepulauan tersebut.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Johnny Depp Buka Peluang Kembali Lawankan Jack Sparrow, Asalkan Jerry Bruckheimer Menulis Naskah yang Tepat

KOI Soroti Absennya Panjat Tebing dan Dayung di SEA Games 2027, Oktohari Minta Proporsionalitas

Polemik Ijazah Jokowi: PN Jakarta Timur Batasi 80 Pengunjung, Tiga Ring Pengamanan Dipayungi
