Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Yingfa Ruineng Luncurkan Pabrik Sel Surya 7,5 GW di Indonesia, Dukung Mandatori TKDN

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: Antara News
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Yingfa Ruineng Luncurkan Pabrik Sel Surya 7,5 GW di Indonesia, Dukung Mandatori TKDN
BAGIKAN:

Yingfa Ruineng resmi memperkuat investasi strategisnya di Indonesia melalui anak usahanya, BCI, dengan mengoperasikan fasilitas manufaktur sel surya berkapasitas produksi tahunan 7,5 GW. Fasilitas ini menandai berdirinya basis manufaktur pertama perusahaan di luar China dan diposisikan sebagai pusat pasokan regional yang melayani Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga pasar internasional. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen korporasi dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat kemandirian industri energi terbarukan dalam negeri.

Secara teknis, BCI memperkenalkan peta jalan pengembangan teknologi terkini, meliputi teknologi pasivasihalf-cell, desain sel multi-cut, serta sel surya back-contact (BC). Kehadiran ini diharapkan dapat memangkas rantai pasokan yang panjang, sehingga kontraktor EPC dan pengembang proyek di Indonesia dapat menikmati fleksibilitas koordinasi teknis yang lebih baik serta keandalan suplai yang lebih cepat.

Dukungan Penuh terhadap Regulasi TKDN dan Ekosistem Industri

Presiden Yingfa Ruineng, Zhang Min, dan General Manager BCI, Xu Zhenyu, menghadiri pengumuman tersebut di hadapan sekitar 80 perwakilan dari lembaga pemerintah dan industri. Hadir dalam acara tersebut antara lain perwakilan BKPM, EBTKE, IPAMP, serta asosiasi AESI dan APAMSI. Keberadaan pabrik BCI secara langsung mendukung agenda nasional pengembangan energi surya kapasitas 100 GW serta pemenuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan kapasitas ini, produsen panel lokal diproyeksikan lebih mudah memenuhi ketentuan sertifikasi dan aturan main industri dalam negeri.

Pabrik BCI melengkapi empat basis manufaktur utama Yingfa yang berlokasi di Tiongkok dengan total kapasitas efektif mencapai 51,5 GW. Sebagai bagian dari rencana bisnis, BCI juga berkomitmen untuk memperdalam kemitraan jangka panjang dengan pelaku industri lokal, yang mencakup kolaborasi teknis, pengembangan ekosistem fotovoltaik nasional, dan penguatan talenta sumber daya manusia (SDM) di sektor manufaktur.

Mendorong Transisi Energi Melalui Inovasi Teknologi Generasi Baru

Yingfa Ruineng mengandalkan teknologi sel surya bertingkat untuk memaksimalkan kinerja, dengan efisiensi sel TOPCon di angka 27,3% dan sel BC di 28% pada kondisi pengujian tertentu. Selain itu, perusahaan terus memacu riset pada modul surya tandem perovskit/BC sebagai lompatan inovasi untuk instalasi *off-grid* dan *microgrid* di kepulauan Indonesia.

Untuk menggenjot pertumbuhan industri, perusahaan menargetkan tiga fokus kerja sama strategis:

  • Memperkuat rantai pasokan dan manufaktur komponen sel surya secara lokal.
  • Meningkatkan kapabilitas SDM melalui program pelatihan dan transfer teknologi.
  • Menyelaraskan investasi manufaktur dengan kebijakan industri dan ketentuan TKDN yang berlaku.

Dengan investasi masif dan jaringan global yang kuat, langkah ini menjadi katalisator penting bagi percepatan transisi ke energi bersih di Indonesia, menjadikan negara ini sebagai simpul utama produksi energi surya di kawasan.

Meow! Tanya Nesi!
😸