Wako Jakut Dampingi Kapolda Tinjau Kampung Bahari: Penataan Pasca-Geng Narkobutuh Pendekatan Humanis & Lintas Sektor

- Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menegaskan bahwa penataan kawasan Kampung Bahari menuntut kolaborasi lintas sektoral yang komprehensif.
- Di tengah upaya pembersihan pasca-operasi pemberantasan narkoba, Hendra menekankan pentingnya pendekatan humanis terkoordinasi untuk mengatasi isu keamanan, lingkungan, dan sosial secara simultan.
- Pernyataan ini disampaikan saat ia mendampingi Komjen Pol.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menegaskan bahwa penataan kawasan Kampung Bahari menuntut kolaborasi lintas sektoral yang komprehensif. Di tengah upaya pembersihan pasca-operasi pemberantasan narkoba, Hendra menekankan pentingnya pendekatan humanis terkoordinasi untuk mengatasi isu keamanan, lingkungan, dan sosial secara simultan. Pernyataan ini disampaikan saat ia mendampingi Komjen Pol. Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya, melakukan inspeksi langsung ke lokasi pada Selasa (25/2).
Langkah peninjauan ini merupakan kelanjutan dari operasi kepolisian yang intensif pada Minggu (2/11) lalu. Tujuan utama kunjungan tersebut bukan sekadar verifikasi pembersihan fisik, melainkan memastikan kawasan tidak lagi menjadi sarang aktivitas peredaran narkotika serta merumuskan solusi tata kelola yang tetap mengedepankan hak-hak masyarakat setempat. Hendra menegaskan, Pemerintah Kota Jakarta Utara memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis ini guna menciptakan ruang publik yang aman dan tertib.
Strategi Kolaborasi Lintas Instansi dan Pendekatan Humanis
Hendra Hidayat menjelaskan bahwa seluruh elemen pemerintah memiliki keinginan bersama untuk mentransformasi kawasan Tanjung Priok tersebut menjadi tempat yang bersih dan teratur. Namun, ia mengingatkan bahwa proses transisi ini tidak boleh bersifat represif semata. Pendekatan yang diterapkan harus memastikan warga yang masih berdomisili di area tersebut mendapatkan perhatian serta solusi konkret, bukan sekadar menjadi objek pembersihan. Koordinasi antara aparat penegak hukum dan eksekutif daerah menjadi kunci agar regulasi dan kebijakan di lapangan selaras dengan kebutuhan sosial masyarakat.
"Pemerintah Kota Jakarta Utara mendukung penuh langkah penataan Kampung Bahari. Namun, penanganan Kampung Bahari harus dilakukan secara humanis dan terkoordinasi," ujar Hendra. Ia menambahkan, "Sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat." Penekanan pada aspek humanis ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menyeimbangkan ketegasan hukum dengan kepedulian sosial, guna mencegah munculnya konflik horizontal atau resistensi dari warga setempat terhadap proses penataan.
Dampak Jangka Panjang: Pencegahan Naraka dan Peningkatan Kualitas Hidup
Menurut Hendra, target akhir dari penataan Kampung Bahari adalah memutus mata rantai peredaran narkoba secara permanen. Melalui koordinasi lintas instansi, upaya penataan diharapkan tidak berhenti pada pembersihan lingkungan dan penertiban bangunan fisik. Strategi ini dirancang untuk mencegah berkembangnya kembali sindikat narkotika sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat yang lebih aman dan layak. Dengan demikian, kawasan Tanjung Priok diharapkan dapat bertransformasi dari daerah rawan kriminal menjadi lingkungan permukiman yang kondusif dan produktif. Inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi stabilitas keamanan dan kesejahteraan di ujung utara Jakarta.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Bayern Munchen Tekuk Atletico Madrid 2-0, Kunci Posisi Papan Atas Liga Champions

RSPO Bentengi Akuntabilitas Industri Sawit, Data Satelit Ungkap Angka Karhutla di Konsesi Sertifikat Turun Drastis

KPK Dalami Aliran Dana Rp20,7 Miliar Kasus Gratifikasi Muhammad Haniv, Dua Swasta Jadi Saksi Kunci
