Wakil Ketua Komisi III DPR Puji Ketegasan Kapolri Mutasi Kapolres Sukoharjo Pasca Penggeledahan Ponpes
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Moh. Rano Alfath, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dalam merespons keresahan masyarakat terkait penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo. Tindakan tegas berupa pencopotan dan mutasi Kapolres setempat dinilai sebagai bentuk keseriusan Polri dalam menindaklanjuti keluhan para santri dan pengasuh pesantren yang merasa tidak aman di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
Rano menilai mekanisme pengawasan internal Polri terbukti berjalan efektif karena mendapat perhatian langsung dari pimpinan tertinggi. Ia mendorong pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh untuk memperjelas tanggung jawab masing-masing personel berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.
Mutasi Kapolres dan Latar Belakang Kebijakan
Keputusan mutasi ini secara resmi tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/2463/XI/KEP./2026 tertanggal Senin, 2 November 2026. Dalam dokumen tersebut, AKBP Andhika Dharma Sena dimutasikan dari jabatan Kapolres Sukoharjo menjadi Perwira Menengah (Pamen) Stamaops Polri. Jabatan Kapolres Sukoharjo kemudian diserahkan kepada AKBP Indra Maulana Saputra, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Boyolali. Perubahan kepemimpinan di tingkat daerah ini diharapkan mampu mengembalikan situasi kondusif di lingkungan pesantren.
Sebagai legislator dari PKB, Rano menegaskan bahwa perlindungan santri sangat dekat dengan tanggung jawab partai yang tumbuh bersama kiai dan pesantren. Ia menyatakan, "PKB tumbuh bersama kiai, pesantren, dan santri. Karena itu, perlindungan santri sangat dekat dengan tanggung jawab yang kami emban. Kami ingin setiap santri merasa dihormati, dilindungi, dan didengar. Kedekatan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengawal agar hak-hak mereka benar-benar diperhatikan."
Ajakan Silaturahmi dan Penguatan Kepercayaan Publik
Lebih lanjut, Rano meminta jajaran Polri untuk terus turun langsung berkeliling ke berbagai pesantren guna bersilaturahmi dengan kiai, pengasuh, dan santri. Langkah ini dinilai krusial untuk memberi ruang bagi santri menyampaikan pengalaman serta harapan mereka, sekaligus memastikan bahwa terjadi perbaikan dalam komunikasi antara aparat keamanan dan komunitas pesantren. Kunjungan rutin ini diharapkan dapat memulihkan rasa aman dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.
Dengan komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat', Rano percaya bahwa ketegasan dan kepedulian Kapolri akan semakin memperkuat kedekatan institusi Polri dengan dunia pesantren. "Langkah Bapak Kapolri ini memberikan pesan yang jelas kepada keluarga besar pesantren bahwa keluhan mereka didengar dan ditindaklanjuti... Inilah wujud komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'," tutup Rano, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi agar para santri dapat kembali belajar dengan tenang dan para pengasuh memiliki komunikasi yang baik dengan kepolisian.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Residivis Curanmor Tangerang Dibekuk atas Aksi Pencurian Dua Mobil Boks di Jakarta Timur

Evaluasi Kemenkes: Cakupan Pencegahan TBC di Jakarta Melonjak 5 Kali Lipat, Targetkan Eliminasi 2026

Dorongan Chusnunia Nurlesea: Integrasi Industri, Pariwisata, dan Ekraf Lampung Jadi Kunci Ekonomi Rakyat
