Tugure Raih Penghargaan Best Reinsurance, Targetkan Ekuitas Rp2 Triliun pada 2028

- PT Tugu Reasuransi (Tugure) resmi dinobatkan sebagai Best Reinsurance Financial Resilience and Sustainable Growth dalam ajang Road to CNBC Indonesia Awards 2026 'Best Insurance'.
- Penghargaan ini menjadi validasi atas kemampuan perseroan dalam memperkuat kepercayaan publik di tengah dinamika kompleks ekonomi dan politik global.
- Dradjat Irwansyah menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi seluruh insan Tugure dalam mempertahankan standar kinerja tinggi.
PT Tugu Reasuransi (Tugure) resmi dinobatkan sebagai Best Reinsurance Financial Resilience and Sustainable Growth dalam ajang Road to CNBC Indonesia Awards 2026 'Best Insurance'. Penghargaan ini menjadi validasi atas kemampuan perseroan dalam memperkuat kepercayaan publik di tengah dinamika kompleks ekonomi dan politik global. Momen penganugerahan berlangsung pada Selasa (3/11/2026), di mana penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Indonesian Senior Executives Association (ISEA), Choky Leonard Tobing, kepada Direktur Keuangan Tugure, Dradjat Irwansyah.
Dradjat Irwansyah menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi seluruh insan Tugure dalam mempertahankan standar kinerja tinggi. Ia mengakui bahwa kriteria yang ditetapkan oleh CNBC Indonesia tidak ringan, sehingga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan performa perusahaan. "Ini menjadi penghargaan dan motivasi bagi seluruh Tugure, dan kami ucapkan terima kasih kepada pengurus, komisaris, dan pemegang saham yang turut meningkatkan kinerja Tugure," ungkap Dradjat dalam acara tersebut.
Strategi Selektif Hadapi Fase Softening Market
Memasuki tahun 2026, Tugure memproyeksikan prospek industri reasuransi tetap positif, meskipun pasar mulai memasuki fase softening yang ditandai dengan persaingan yang semakin ketat. Sebagai respons, perseroan mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif dan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada penguatan kualitas underwriting, optimalisasi portofolio, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra domestik untuk menjaga stabilitas pendapatan.
Di tengah volatilitas ekonomi global dan ketegangan geopolitik, Tugure menerapkan prinsip pengelolaan risiko yang prudent atau hati-hati. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi risiko eksternal yang mungkin timbul dari perubahan kondisi pasar yang tidak menentu.
Fondasi Modal Kuat dan Target Ekuitas Rp2 Triliun
Dari sisi fundamental keuangan, Tugure menunjukkan kesiapan yang solid dengan mencatatkan ekuitas sebesar Rp1,5 triliun. Angka ini telah memenuhi ketentuan modal minimum industri reasuransi tahun 2026 sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan implementasi PSAK 117 yang memperkuat struktur laporan keuangan, perseroan optimistis mampu menjaga kinerja jangka panjang.
- Target peningkatan kapasitas permodalan mencapai KPPE 2 pada tahun 2028.
- Proyeksi pertumbuhan ekuitas organik hingga Rp2 triliun.
- Pembukaan peluang ekspansi selektif di pasar domestik dan regional dengan mempertimbangkan profil risiko.
Dengan fondasi permodalan yang semakin kokoh, Tugure berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperkuat industri reasuransi nasional sambil tetap menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tantangan pasar global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KSPI Tekan Pemerintah: Naikkan Batas Bebas Pajak JHT ke Rp400 Juta, Ajukan Dasar Emas

LPS Ungkap 14 BPR dan BPRS Tumbang di 2026: Lemahnya Tata Kelola Jadi Biang Kerok Utama

Respons Emiten Affiliates Salim & Sinar Mas: Nyalakan Lampu Kuning Pasca Pemanggilan Bos Sawit oleh Singapura
