Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PLN EPI Proyeksikan Kebutuhan Batu Bara Capai 174 Juta Ton di 2027, Hadapi Defisit Pasokan Kalori Menengah

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Terkini
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

PLN EPI Proyeksikan Kebutuhan Batu Bara Capai 174 Juta Ton di 2027, Hadapi Defisit Pasokan Kalori Menengah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan kebutuhan batu bara untuk memasok Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun 2027 akan mencapai angka 174 juta ton .
  • Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto , dalam acara Mineral and Batu bara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 di Jakarta.
  • Cadangan Nasional Rakhmad menyoroti adanya ketidaksesuaian fundamental antara kebutuhan industri ketenagalistrikan dan komposisi cadangan alam di dalam negeri.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan kebutuhan batu bara untuk memasok Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun 2027 akan mencapai angka 174 juta ton. Estimasi ini disampaikan oleh Plt. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, dalam acara Mineral and Batu bara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 di Jakarta. Angka tersebut mencakup kebutuhan batu bara bertingkat kalori menengah atau medium rank coal yang diperkirakan mencapai 89 juta ton, menjadi penentu utama keberlangsungan pasokan listrik nasional mengingat desain PLTU di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar tersebut.

Gap Struktural: Desain PLTU vs. Cadangan Nasional

Rakhmad menyoroti adanya ketidaksesuaian fundamental antara kebutuhan industri ketenagalistrikan dan komposisi cadangan alam di dalam negeri. Mayoritas cadangan batu bara Indonesia adalah tipe kalori rendah (low rank coal), sementara kebutuhan utama PLTU adalah kalori menengah. Rincian struktur cadangan nasional menurut PLN EPI adalah sebagai berikut:

  • Cadangan medium rank coal (kalori menengah) hanya tersisa sekitar 4,54 miliar ton.
  • Cadangan high rank coal (HRC) berada di angka 3,4 miliar ton.
  • Cadangan low rank coal (LRC) justru menjadi yang paling melimpah.
Untuk menjembatani kesenjangan ini, PLN berencana menyesuaikan desain PLTU agar dapat memanfaatkan batu bara kalori rendah. Namun, Rakhmad menegaskan bahwa proses *upgrade* teknologi ini kompleks dan membutuhkan waktu serta investasi besar, mengingat penggantian PLTU yang beroperasi harus mempertimbangkan ketersediaan alternatif pengganti.

Tantangan Harga dan Upaya Kolaborasi dengan ESDM

Selain masalah teknis pasokan, PLN juga menghadapi tekanan harga yang signifikan. Harga batu bara untuk PLN dibatasi maksimal 70 dolar AS per ton (kalori tinggi/6.322 kcal/kg), sementara harga komoditas sejenis di pasar internasional telah mencapai kisaran 150 dolar AS per ton. Kesenjangan harga ini juga berlaku untuk kategori kalori menengah dan rendah, yang berpotensi memengaruhi daya tarik penambangan bagi produsen. Oleh karena itu, Rakhmad menyampaikan bahwa PLN telah berdiskusi intensif dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meminta dukungan strategis dalam pemenuhan pasokan batu bara kalori menengah, memastikan komitmen PLN untuk tetap mengoperasikan pembangkit sesuai ketersediaan bahan bakar dalam negeri.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ