Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Pemkab Cirebon Kebut Normalisasi Saluran Irigasi 13 Kilometer di 2027 untuk Genjot Produktivitas Panen

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Terkini
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemkab Cirebon Kebut Normalisasi Saluran Irigasi 13 Kilometer di 2027 untuk Genjot Produktivitas Panen
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menetapkan target strategis pada tahun 2027 dengan memprioritaskan normalisasi saluran irigasi sekunder sepanjang 13 kilometer .
  • Intervensi ini ditujukan untuk mengatasi hambatan aliran air akibat kondisi saluran yang kurang optimal.
  • Imron mengapresiasi dukungan BBWS karena perbaikan tersebut dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan air pertanian di Panguragan.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menetapkan target strategis pada tahun 2027 dengan memprioritaskan normalisasi saluran irigasi sekunder sepanjang 13 kilometer. Langkah ini merupakan upaya konkret Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk memperlancar distribusi air ke kawasan pertanian, sekaligus menjadi kunci dalam mendukung peningkatan produktivitas petani di wilayah Cirebon.

Sekretaris DPUTR Kabupaten Cirebon, Tommy Hendrawan, menjelaskan bahwa rencana tersebut tidak hanya berfokus pada normalisasi, tetapi juga mencakup rehabilitasi saluran sepanjang 1,2 kilometer pada tahun yang sama. Program ini dirancang untuk memperbaiki infrastruktur pengairan yang selama ini menjadi penunjang utama aktivitas pertanian masyarakat, dengan tujuan memastikan ketersediaan air yang merata bagi lahan-lahan produktif di Kabupaten Cirebon.

Kolaborasi dengan BBWS dan Peningkatan Frekuensi Panen

Dalam percepatan penanganan infrastruktur ini, Bupati Cirebon Imron menegaskan pentingnya sinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), khususnya melalui normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Panguragan. Intervensi ini ditujukan untuk mengatasi hambatan aliran air akibat kondisi saluran yang kurang optimal. Imron mengapresiasi dukungan BBWS karena perbaikan tersebut dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan air pertanian di Panguragan.

Dampak dari kelancaran pengairan ini diproyeksikan akan meningkatkan frekuensi panen petani hingga dua kali dalam setahun. Selain meningkatkan hasil produksi, normalisasi sungai juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir saat hujan deras dengan memastikan saluran memiliki kapasitas alir yang memadai, sehingga tidak lagi terjadi genangan akibat saluran yang tidak mampu mengalirkan air secara optimal.

Infrastruktur Penahan Tanah dan Peran Masyarakat dalam Perawatan Saluran

Penanganan kawasan irigasi tersebut tidak berhenti pada tahap pengerukan sungai semata. Pada tahun 2027, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk menjaga stabilitas talud dan mencegah erosi yang dapat merusak jaringan irigasi kembali.

  • Normalisasi saluran irigasi sekunder sepanjang 13 kilometer dijadwalkan pada 2027.
  • Rehabilitasi saluran tambahan sepanjang 1,2 kilometer akan dilakukan di tahun yang sama.
  • Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) direncanakan untuk memperkuat struktur saluran.

Sebagai penutup, Imron mengimbau masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan untuk berperan aktif dalam menjaga saluran yang telah dinormalisasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencegah pendangkalan maupun penyumbatan sampah, guna memastikan keberlangsungan fungsi irigasi dan mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ