Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Jakbar Targetkan Penurunan Risiko Banjir Lewat Dua Embung Strategis di Rawa Buaya dan Kembangan

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Jakbar Targetkan Penurunan Risiko Banjir Lewat Dua Embung Strategis di Rawa Buaya dan Kembangan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Pemerintah Kota Jakarta Barat menggulirkan rencana strategis untuk menekan risiko banjir dan genangan air saat musim hujan dengan menyiapkan dua embung besar di wilayah Rawa Buaya dan Kembangan .
  • Inisiatif ini dicetuskan oleh Iin Mutmainnah , Wali Kota Jakarta Barat, berdasarkan hasil pemetaan zona merah potensi banjir yang menunjukkan konsentrasi tinggi di Kecamatan Cengkareng.
  • Langkah ini dianggap krusial untuk mitigasi risiko hidrologis di kawasan permukiman padat penduduk yang terdampak langsung oleh topografi dataran rendah.

Pemerintah Kota Jakarta Barat menggulirkan rencana strategis untuk menekan risiko banjir dan genangan air saat musim hujan dengan menyiapkan dua embung besar di wilayah Rawa Buaya dan Kembangan. Inisiatif ini dicetuskan oleh Iin Mutmainnah, Wali Kota Jakarta Barat, berdasarkan hasil pemetaan zona merah potensi banjir yang menunjukkan konsentrasi tinggi di Kecamatan Cengkareng. Langkah ini dianggap krusial untuk mitigasi risiko hidrologis di kawasan permukiman padat penduduk yang terdampak langsung oleh topografi dataran rendah.

Menurut Iin, Kelurahan Rawa Buaya menjadi prioritas utama karena sebagian besar permukimannya berada di area rendah, dengan hanya satu Rukun Warga (RW) di kawasan rusun yang terdeteksi tidak berpotensi tergenang. Oleh karena itu, intervensi fisik melalui pemanfaatan lahan aset pemerintah menjadi solusi utama. Rencananya, lokasi di RW 2 Rawa Buaya serta area sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur dan Kamal akan dikembangkan menjadi kolam resapan atau embung untuk menampung aliran air permukaan.

Intervensi Teknis dan Tantangan Koordinasi Lintas Sektor

Implementasi rencana ini menghadapi tantangan administratif karena sejumlah lahan yang ditunjuk berada di bawah pengelolaan berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Pertamanan DKI Jakarta. Iin menegaskan bahwa pembangunan kolam resapan ini memerlukan koordinasi dan pembahasan teknis yang mendalam di tingkat provinsi guna mengonsolidasikan kewenangan lahan. Dengan menjadikan aset pemerintah sebagai tampungan air, sistem ini diharapkan dapat menyerap debit air secara signifikan dan mengurangi tekanan pada saluran drainase eksisting di lingkungan sekitar yang rentan terhadap luapan Kali Angke.

Dari sisi teknis, Mustajab, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, memberikan rincian spesifik mengenai skala proyek. Di kawasan Kembangan Utara, waduk yang dirancang memiliki luas mencapai 13 hektare. Proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga diintegrasikan sebagai cadangan air baku PAM. Desain sistemnya memungkinkan aliran air dari Kali Angke dialirkan ke dalam waduk untuk dimanfaatkan sebagai suplai air bersih ke depan, menciptakan dual-use infrastruktur yang efisien.

Dampak Multi-fungsi dan Kajian Dampak Lingkungan

Walau fungsionalitas waduk 13 hektare tersebut sangat menjanjikan bagi ketahanan air dan pengendalian banjir, aspek presisi data masih menjadi sorotan. Mustajab menekankan bahwa besaran pengurangan risiko banjir belum dapat dipastikan secara numerik hingga kini. Hal ini karena diperlukan kajian teknis komprehensif untuk menghitung dampak spesifik terhadap kawasan daerah tangkapan air atau catchment area. Tanpa data valid, pengumuman angka potensi penurunan genangan dikhawatirkan akan menyesatkan publik, sehingga proses validasi teknis akan ditempuh terlebih dahulu sebelum realisasi fisik dilakukan di lapangan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ