Ekspor Blora Tembus Rp70,04 Miliar: Kayu Jati dan Batok Kelapa Jadi Andalan Pasar Global
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

- Pemerintah Kabupaten Blora , Jawa Tengah, mencatat lonjakan signifikan nilai ekspor produk unggulan hingga triwulan III 2026 sebesar Rp70,04 miliar atau setara 3,9 juta dolar AS.
- Capaian ini berasal dari enam pelaku usaha yang berhasil menembus pasar internasional dengan dua komoditas andalan, yaitu mebel kayu jati dan briket arang batok kelapa.
- Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo , menegaskan bahwa kinerja ini membuktikan daya saing produk lokal untuk bersaing di kancah global.
Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencatat lonjakan signifikan nilai ekspor produk unggulan hingga triwulan III 2026 sebesar Rp70,04 miliar atau setara 3,9 juta dolar AS. Capaian ini berasal dari enam pelaku usaha yang berhasil menembus pasar internasional dengan dua komoditas andalan, yaitu mebel kayu jati dan briket arang batok kelapa. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, menegaskan bahwa kinerja ini membuktikan daya saing produk lokal untuk bersaing di kancah global.
Dalam kuartal III 2026, aktivitas ekspor Blora didominasi oleh dua komoditas utama yang memiliki segmen pasar spesifik di luar negeri. Kedua produk ini berhasil menjangkau negara-negara tujuan strategis di berbagai benua, meliputi:
- Amerika Serikat
- Lebanon
- Turki
- Negara-negara kawasan Eropa
- Negara Arab
Mebel berbahan kayu jati diminati karena karakteristiknya yang kuat dan tahan lama, sementara briket arang batok kelapa dicari untuk beragam kebutuhan, mulai dari bahan bakar barbeque, penghangat ruangan, hingga kebutuhan industri rokok.
Kinerja Kuartalan: Lonjakan 70,9 Persen Sejak Triwulan II
Secara tren, kinerja ekspor komoditas unggulan Blora menunjukkan peningkatan tajam sepanjang tahun 2026. Hingga triwulan II, nilai ekspor tercatat sebesar Rp40,98 miliar (2,4 juta dolar AS). Angka ini melonjak menjadi Rp70,04 miliar (3,9 juta dolar AS) saat triwulan III, menandakan kenaikan sebesar Rp29,06 miliar atau sekitar 70,9 persen. Data historis juga menunjukkan perbaikan yang konsisten dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kiswoyo menjelaskan bahwa lonjakan ini mengindikasikan potensi besar yang dimiliki produk daerah. "Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi perkembangan produk unggulan daerah, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran ke negara tujuan ekspor lainnya," ujarnya. Dari sisi data, ekspor Blora pada triwulan I 2026 mencapai 1,4 juta dolar AS, atau meningkat 75,8 persen dibandingkan 2025 yang hanya mencapai 795.809 dolar AS.
Proyeksi Dampak Ekonomi dan Ketersediaan Lapangan Kerja
Lonjakan nilai perdagangan ini diharapkan memberikan dampak domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Bagi Kiswoyo, ekspansi pasar luar negeri bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi UMKM lokal. "Semakin banyak pelaku usaha di Blora yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produknya sehingga dapat mengikuti jejak enam pelaku usaha yang telah menembus pasar internasional," imbuhnya.
Dengan meluasnya pasar produk lokal, kegiatan ekspor ini diproyeksikan akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Kabupaten Blora. Sinergi antara peningkatan kualitas produk dan akses pasar global diharapkan menjadi motor penggerak baru yang mengangkat standar hidup ekonomi di wilayah tersebut secara berkelanjutan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Pertukaran Pemuda Indonesia-Shanxi Dimulai: Jelajahi Warisan Budaya dan Sejarah Kota Kuno Pingyao

Polri Tetapkan Tiga Perwira Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal, Presiden Prabowo Diketahui Disadap Sejak 2025

NTP Rekor 132,60 Jadi Bukti Swasembada Pangan Bisa Menyejahterakan Petani
