Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dua Sisi Mata Uang Internet RI: 231 Juta Pengguna, 57 Juta Warga Terjebak Offline

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: Detik Inet
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Dua Sisi Mata Uang Internet RI: 231 Juta Pengguna, 57 Juta Warga Terjebak Offline
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Indonesia menempati posisi unik dalam lanskap konektivitas digital global dengan menjadi negara kelargest pengguna internet sekaligus salah satu yang memiliki populasi offline terbesar.
  • Angka ini menempatkan Indonesia di urutan keempat dunia, hanya berada di bawah Tiongkok (1,2 miliar), India (1,03 miliar), dan Amerika Serikat (330 juta).
  • Pertumbuhan jumlah pengguna internet Indonesia menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 0,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, saat jumlah pengguna mencapai 230 juta.

Indonesia menempati posisi unik dalam lanskap konektivitas digital global dengan menjadi negara kelargest pengguna internet sekaligus salah satu yang memiliki populasi offline terbesar. Berdasarkan laporan Digital 2027 Global Overview Report yang dirilis We Are Social, tercatat sebanyak 231.341.000 warga Indonesia telah terhubung ke dunia maya, menyumbang penetrasi sebesar 80,2% dari total populasi. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan keempat dunia, hanya berada di bawah Tiongkok (1,2 miliar), India (1,03 miliar), dan Amerika Serikat (330 juta).

Pertumbuhan jumlah pengguna internet Indonesia menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 0,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, saat jumlah pengguna mencapai 230 juta. Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia semakin menguat setelah berhasil mengungguli Filipina (95 juta), Vietnam (89 juta), dan Thailand (67 juta). Namun, statistik ini harus dibaca secara paralel dengan fakta bahwa 57.078.000 warga Indonesia, atau setara 19,8% populasi, masih belum memiliki akses internet.

Kontras Global: Indonesia Bersaing dengan Negara Berpopulasi Besar dalam Kategori Offline

Ironi konektivitas ini membuat Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan populasi yang belum terkoneksi internet terbanyak di dunia, bertengger di peringkat ke-8. Posisi ini menempatkan Indonesia "bersaing" dengan negara-negara di Afrika yang memiliki tantangan aksesibilitas serupa. Data global menunjukkan India tetap menjadi negara dengan populasi offline terbesar di dunia, mencapai 443 juta orang, sementara tren ini sudah terlihat pada tahun sebelumnya di mana 55,8 juta orang Indonesia dinyatakan offline.

Secara kumulatif, pengguna internet global mencapai 6,15 miliar pada awal Oktober 2026, dengan tingkat penetrasi global 73,9% dari populasi bumi sebanyak 8,32 miliar. Analis Manochi mencatat peningkatan signifikan sebesar 54 juta pengguna baru (+0,9%) dalam setahun terakhir. Untuk menghasilkan data yang komprehensif, We Are Social berkolaborasi dengan berbagai mitra data global, termasuk

  • GWI dan Statista
  • GSMA Intelligence dan Similarweb
  • Semrush, Ookla, serta Skai
guna memastikan akurasi metrik digital tersebut.

Implikasi Ketimpangan Digital dan Penguatan Infrastruktur

Kehadiran 57 juta warga yang belum online menjadi indikator ketimpangan digital yang masih nyata di Indonesia, meskipun secara makro negara ini termasuk pemain besar di pasar digital. Penetrasi 80,2% merupakan pencapaian signifikan, tetapi celah 19,8% tersebut menunjukkan adanya segmen masyarakat yang belum terjangkau oleh infrastruktur jaringan atau adopsi teknologi. Laporan ini menekankan bahwa pertumbuhan internet global melambat namun tetap konsisten, di mana 70,4% populasi dunia kini telah terhubung, menciptakan fondasi bagi ekonomi digital yang semakin bergantung pada konektivitas universal. Penutupan laporan ini menegaskan pentingnya keberlanjutan akses untuk mengurangi jumlah warga offline di kawasan Asia Tenggara dan global secara umum.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ