DKPP Cirebon Gencarkan Bazar Ikan untuk Percepat Penurunan Angka Stunting

- Inisiatif ini bertujuan mendekatkan produk perikanan dengan masyarakat luas melalui penjualan dengan harga terjangkau, yang diyakini menjadi kunci pemenuhan protein hewani yang krusial bagi pertumbuhan anak.
- Langkah strategis ini dilaksanakan secara rutin untuk memastikan aksesibilitas gizi masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari kawasan pesisir.
- Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo , menjelaskan bahwa bazar ini diselenggarakan dua bulan sekali dengan fokus pada edukasi pentingnya konsumsi ikan yang kaya akan kandungan nutrisi seperti omega.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menggencarkan program bazar perikanan sebagai strategi utama untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus menekan risiko stunting di Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan mendekatkan produk perikanan dengan masyarakat luas melalui penjualan dengan harga terjangkau, yang diyakini menjadi kunci pemenuhan protein hewani yang krusial bagi pertumbuhan anak. Langkah strategis ini dilaksanakan secara rutin untuk memastikan aksesibilitas gizi masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari kawasan pesisir.
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, menjelaskan bahwa bazar ini diselenggarakan dua bulan sekali dengan fokus pada edukasi pentingnya konsumsi ikan yang kaya akan kandungan nutrisi seperti omega. Menurut Sudiharjo, protein tinggi dan nutrisi dalam ikan sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak, terutama balita. “Masyarakat harus selalu gemar makan ikan karena kandungan proteinnya tinggi,” ujarnya, menekankan bahwa peningkatan konsumsi ikan adalah salah satu langkah vital dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat.
Kendala Angka Konsumsi dan Target Pemenuhan Gizi
Terlepas dari upaya promosi tersebut, tantangan utama masih terlihat dari data konsumsi ikan di Kabupaten Cirebon yang saat ini baru mencapai 40 kilogram per kapita per tahun. Angka ini dinilai masih jauh dari kategori ideal yang dianjurkan, yaitu sekitar 100 gram per orang per hari. Untuk mengatasi kesenjangan ini, DKPP menjalankan program gemar makan ikan yang didanai dari APBD, dengan sasaran khusus wilayah pedalaman agar masyarakat dan anak usia sekolah dapat lebih mudah mengenal serta mengonsumsi ikan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengubah pola makan masyarakat yang sebelumnya kurang familiar dengan produk perikanan segar.
Penyerapan UMKM dan Edukasi Berkelanjutan Menuju Hari Ikan Nasional
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pengawasan DKPP, Teguh Budiman, menegaskan bahwa kegiatan bazar juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ikan Nasional yang diperingati setiap 21 November. Pelaksanaan bazar melibatkan 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan, dengan harapan dapat menyerap banyak pelaku usaha, khususnya yang memproduksi makanan olahan ikan dan ikan segar. “Kami berharap kegiatan promosi konsumsi ikan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sekaligus mendukung upaya menekan angka stunting di Kabupaten Cirebon,” ungkap Teguh. Bazar ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi ikan sejak usia dini.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan

Rano Karno Soroti Peran Gotong Royong dalam Solusi Ketahanan Kota di Depan Delegasi CityNet

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global
