Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Aliran Modal Asing Tembus Rp28,79 Triliun ke SBN RI, Menkeu: Pasar Tetap Resilien

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Market & Saham
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Aliran Modal Asing Tembus Rp28,79 Triliun ke SBN RI, Menkeu: Pasar Tetap Resilien
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Meskipun pasar keuangan global tengah diwarnai volatilitas signifikan, ketahanan Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia terus terlihat jelas.
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa instrumen utang pemerintah ini menunjukkan resiliensi yang kuat, ditandai dengan masuknya aliran modal asing yang masif.
  • Secara keseluruhan, investor nonresiden tercatat membukukan beli bersih atau net buy sebesar Rp28,79 triliun , sebuah sinyal positif yang menggambarkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi nasional.

Meskipun pasar keuangan global tengah diwarnai volatilitas signifikan, ketahanan Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia terus terlihat jelas. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa instrumen utang pemerintah ini menunjukkan resiliensi yang kuat, ditandai dengan masuknya aliran modal asing yang masif. Secara keseluruhan, investor nonresiden tercatat membukukan beli bersih atau net buy sebesar Rp28,79 triliun, sebuah sinyal positif yang menggambarkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi nasional.

Kinerja positif ini disampaikan langsung oleh Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 di Gedung BI, Jakarta, Selasa (3/10). Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa sektor pasar modal Indonesia belum tergoyahkan oleh sentimen negatif yang berasal dari dinamika ekonomi dunia. Justru, data terbaru menunjukkan bahwa daya tarik aset domestik masih tinggi di mata investor global.

Penyempitan Spread SUN dan Indikator Daya Tarik Aset

Dalam rangka menilai daya tarik aset surat utang Indonesia, salah satu indikator krusial yang dicermati investor adalah selisih imbal hasil atau spread antara Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun dengan US Treasury (UST). Suahasil mengungkapkan bahwa spread tersebut saat ini berada di level 183 basis poin (bps). Angka ini tercatat turun tipis dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025.

Penurunan spread ini mengindikasikan bahwa jarak imbal hasil antara obligasi pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat semakin menyempit, yang bisa menjadi faktor penarik bagi investor yang mencari diversifikasi portofolio. Kondisi ini menjadi salah satu penopang utama mengapa aliran dana asing tetap mengalir deras ke pasar SBN di tengah ketidakpastian global.

Komitmen KSSK Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

Merespons perkembangan tersebut, KSSK menyatakan tetap mencermati dinamika pasar keuangan, baik di tingkat global maupun domestik, untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga sepanjang kuartal III-2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi potensi guncangan yang dapat memengaruhi sektor perbankan dan pasar modal.

  • Net Buy Asing: Investor nonresiden mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp28,79 triliun.
  • Spread SUN-UST: Selisih imbal hasil tenor 10 tahun berada di 183 bps, turun tipis dari akhir 2025.
  • Status KSSK: Memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan pemantauan ketat terhadap volatilitas global.

Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran bahwa sektor keuangan Indonesia memiliki fondasi yang kokoh. Keberhasilan mempertahankan aliran modal asing menjadi bukti bahwa strategi kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan berhasil menjaga daya saing pasar SBN di kancah internasional.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ