49% Perusahaan Asia-Pasifik Gagal Modernisasi IT: Ancaman AI Bukan Sekadar Wacana

- Perusahaan di kawasan Asia-Pasifik tengah menghadapi krisis modernisasi teknologi informasi yang kian nyata.
- Laporan Modernization Report 2026 pertama yang dirilis oleh **Kyndryl** mengungkap fakta mengejutkan: **49%** organisasi di wilayah ini meleset atau terlambat dalam mencapai target modernisasi IT mereka.
- Temuan ini menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan lagi sekadar penggantian perangkat keras, melainkan telah menjadi strategi orkestrasi bisnis yang kompleks di level dewan direksi.
Perusahaan di kawasan Asia-Pasifik tengah menghadapi krisis modernisasi teknologi informasi yang kian nyata. Laporan Modernization Report 2026 pertama yang dirilis oleh **Kyndryl** mengungkap fakta mengejutkan: **49%** organisasi di wilayah ini meleset atau terlambat dalam mencapai target modernisasi IT mereka. Temuan ini menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan lagi sekadar penggantian perangkat keras, melainkan telah menjadi strategi orkestrasi bisnis yang kompleks di level dewan direksi. Riset yang melibatkan **2.000 pemimpin bisnis dan teknologi** secara global ini menekankan bahwa **kecerdasan buatan (AI)** kini menjadi pendorong utama, di mana organisasi tidak dapat lagi memilih antara adopsi AI atau penguatan fondasi IT; keduanya harus berjalan paralel.
Menurut **Megawaty Khie**, Vice President & Managing Director ASEAN & Korea Kyndryl, organisasi membutuhkan kedua elemen tersebut secara simultan. "Di kawasan Asia-Pasifik, modernisasi bukan lagi soal memilih antara berinvestasi pada AI atau memperkuat infrastruktur teknologi yang mendasarinya. Organisasi membutuhkan keduanya," tegas Megawaty dalam keterangan resminya. Hal ini didorong oleh kebutuhan untuk memanfaatkan potensi AI pada platform lama, di mana **100%** organisasi pemilik *mainframe* di Asia-Pasifik kini berencana menerapkan AI pada sistem *legacy* mereka.
Ai Jadi Pendorong Utama Ekspansi Infrastruktur
Adopsi AI tidak hanya menjadi tujuan akhir, tetapi juga katalisator untuk berbagai teknologi lain. Data dari Kyndryl menunjukkan bahwa AI tercatat sebagai alasan utama peningkatan penggunaan *mainframe* dan *edge computing*, sekaligus pendorong terbesar kedua untuk ekspansi *SaaS* dan *private cloud*. Selain itu, teknologi **Agentic AI**—yang mampu merencanakan dan mengeksekusi tugas secara mandiri—mulai diadopsi untuk mempercepat proses transformasi. Langkah ini menandakan pergeseran dari transformasi digital sederhana menuju ekosistem yang jauh lebih dinamis dan terintegrasi, di mana efisiensi operasional menjadi kunci utama daya saing perusahaan.
Kompleksitas Meningkat dan Dampak Geopolitik pada Investasi
Laporan ini juga menepis asumsi umum bahwa transformasi digital akan menyederhanakan lingkungan IT menjadi satu platform tunggal. Sebaliknya, kompleksitas justru meningkat pesat karena keterlibatan hingga **sembilan kelompok pemangku kepentingan** dalam pengambilan keputusan, mulai dari CIO, CTO, tim keuangan, hingga direksi. Keputusan teknologi kini tidak lagi didasari murni oleh biaya dan performa, melainkan turut dipengaruhi oleh faktor **geopolitik** dan **kedaulatan data**. Pergeseran ini membuktikan bahwa lokasi geografis pengolahan data dan operasional teknologi kini sangat bergantung pada tata kelola global, sehingga perusahaan harus cermat dalam merancang strategi investasi yang sesuai dengan dinamika politik dan hukum yang berlaku.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Anthropic Rilis FlashProve: Bukti Kriptografi untuk Memastikan Identitas Model AI

Data Center AI Beralih ke Mesin Jet Bekas Demi Kecepatan Listrik
