Veda Ega Ukir Lima Rekor Bersejarah usai Raih Podium Kedua di Moto3 Malaysia 2026
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Veda Ega Pratama kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah balap sepeda motor Indonesia dengan merebut podium kedua di ajang Moto3 Malaysia 2026 yang diselenggarakan di Sirkuit Sepang. Start dari posisi kedelapan, pembalap Honda Team Asia yang masih berusia 17 tahun ini menunjukkan performa brilian dengan bertarung sengit salip-menyalip melawan Alvaro Carpe, Hakim Danish, dan David Almansa. Keberhasilan finis di urutan kedua dengan selisih waktu 3,734 detik dari juara Maximo Quiles ini menjadi hasil terbaik Veda sepanjang musim 2026 dan mengantarkannya meraih lima rekor prestise yang belum pernah dicapai oleh pembalap Indonesia sebelumnya di kelas Moto3.
Jejak Rekor dan Persaingan Intense di Sepang
Terus, podium ini menandai sejarah baru karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil finis kedua di Kejuaraan Dunia Moto3. Rekor lainnya adalah saat ia merebut pole position di Moto3 Australia 2026 dengan catatan waktu 1 menit 35,299 detik, serta memecahkan rekor poin debutan Honda Team Asia. Dengan total 131 poin per 1 November 2026, Veda telah melampaui catatan Ai Ogura yang meraih 109 poin pada musim 2019. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di Grand Prix Moto3 setelah finis ketiga di Brasil, serta menjadi yang pertama menembus lima besar klasemen setelah GP Prancis. Keberhasilan ini menegaskan konsistensi performa apik yang ia tunjukkan di berbagai sirkuit internasional.
Perjuangan Veda di lintasan Sepang tidak mudah, mengingat ia harus melewati beberapa pembalap kuat untuk mempertahankan posisi kedua hingga garis finis. Pertarungan sengit tersebut menghidupkan suasana balapan, terutama ketika ia berhasil melewati Alvaro Carpe yang akhirnya finis di posisi ketiga dan pembalap tuan rumah Hakim Danish yang finis keempat. Kemampuan Veda dalam menguasai balapan dan mempertahankan ritme sejak awal menjadi kunci kemenangan moral ini. Di balik kesuksesan ini, ada kerja keras tim Honda Team Asia dalam melakukan setup motor dan strategi balap yang mendukung performa maksimal sang pembalap.
Dampak dari serangkaian rekor ini sangat signifikan bagi karier Veda Ega Pratama di tingkat internasional. Saat ini, ia menempati peringkat ketujuh di klasemen sementara Moto3 2026, menunjukkan potensi besar untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia di sisa musim. Keberhasilan menembus podium di Malaysia bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi dunia otomotif Indonesia. Dengan performa yang semakin matang dan rekam jejak yang terus membaik, Veda Ega Pratama kini menjadi salah satu bintang paling cemerlang di arena balap Moto3 global, sekaligus menginspirasi generasi pembalap muda Indonesia untuk mengejar mimpi mereka di kancah internasional.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Alvaro Carpe Klaim Duel Tiga Pembalap Hancurkan Peluang Kemenangan di Moto3 Malaysia

Kalah 0-4 di Kandang Sendiri, Persib Bandung Lanjutkan Laga Penentuan di ACL 2

Havertz Hantam Anfield, Arsenal Putus Kutukan 14 Tahun dan Kuasai Puncak Klasemen
