Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Kecelakaan maut terjadi di kawasan Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Minggu (1/11) ketika sebuah truk molen kehilangan kendali dan menabrak kerumunan warga yang sedang menunggu angkot. Insiden tragis yang melibatkan truk boks beton ini mengakibatkan enam korban jiwa di lokasi kejadian dan enam orang lainnya mengalami luka-luka. Pengemudi truk, yang diketahui berinisial TM atau bernama Tumija dalam data lain, mengklaim tidak mampu menghentikan kendaraan karena mengalami kegagalan fungsi rem di bagian menurun jalan.
Kronologi dan Dampak Kecelakaan
Berdasarkan keterangan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis, dan Kasat Lantas Kompol Joko Sembodo, truk bernomor polisi B 9548 MV tersebut melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA) menuju Rawa Panjang. Saat melintasi jembatan depan kampus BSI, kendaraan itu mengalami rem blong sehingga sopir berupaya menghentikan laju truk dengan menabrakkan kendaraan ke tembok gerbang, namun upaya tersebut gagal. Truk yang oleng ke kiri akhirnya menghantam para pejalan kaki yang berada di depan tembok bangunan sisi kiri jalan. Para korban merupakan campuran laki-laki, perempuan, hingga anak-anak yang sedang beraktivitas di sekitar halte dan area kampus tersebut.
Tidak lama setelah kejadian, petugas gabungan langsung dikerahkan untuk evakuasi medis dan pengamanan lokasi. Enam korban dinyatakan meninggal dunia, di antaranya seorang anak bernama Adisa, Siti Habiah, Adiaha Raiqa Syafia, Siti Nur Latifah, Muhamad Ferdiansa, dan Soemiyati. Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi dan RS Siloam Rawa Panjang. Sementara itu, enam korban luka, yang terdiri dari Adisa (salah satu data menyebut anak bernama Sodik dan lainnya), Dian, Muhammad Maulana, Nur Jamilah, Raihan, dan Fatuh, menjalani perawatan intensif di RS Juwita dan RS Siloam Rawa Panjang. Polisi telah mengamankan sopir truk serta kendaraan bermuatan semen tersebut sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Respons Polisi dan Koordinasi Evakuasi
Kombes Putu Kholis menegaskan bahwa kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini dengan pendekatan scientific crime investigation. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Ditlantas Polda Metro Jaya dijadwalkan turun pada Senin (2/11) untuk merekonstruksi kejadian secara ilmiah. Selain olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penelusuran rekaman CCTV, polisi juga sedang berkoordinasi dengan perusahaan pemilik truk untuk mendatangkan alat derek guna mengevakuasi kendaraan yang masih menutupi sebagian ruas jalan. Selama proses evakuasi berlangsung, akses jalan di sekitar lokasi dipastikan ditutup sementara demi keselamatan. Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto atau video korban sebagai bentuk penghormatan terhadap duka keluarga yang ditinggalkan, serta menyarankan publik memantau perkembangan informasi hanya melalui saluran resmi kepolisian.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Longsor Beruntun di Eco Park Bali, Tim Gabungan Cari 2 Turis yang Tertimbun

Bola di DPR: pakar nilai proses hak angket Gibran penuh penghambat politis pasca-putusan MA

Polisi Apresiasi Peran Warga Ungkap Dugaan Pembunuhan Balita di Kebayoran Lama
