Skandal Keselamatan: Chery Tiggo 2 Gagal Total di Tes Tabrak, Peroleh Nilai Nol

Chery Tiggo 2, yang dipasarkan di berbagai pasar global dengan beberapa nama berbeda, baru saja mengalami kegagalan berat dalam standar keselamatan kendaraan. Lembaga New Car Assessment Programme untuk wilayah Amerika Latin dan Karibia (Latin NCAP) memberikan nilai nol pada pengujian tabrak model SUV compact ini. Hasil mengejutkan ini terjadi meskipun mobil tersebut secara standar sudah dilengkapi empat airbag dan sistem Electronic Stability Control (ESC), menunjukkan adanya cacat serius dalam desain struktural atau implementasi fitur keselamatan.
Kegagalan Struktural dan Risiko Fatal
Menurut laporan resmi Latin NCAP, Chery Tiggo 2 mencatatkan skor perlindungan 0% untuk penumpang dewasa maupun anak-anak. Skor ini didorong oleh ketidakstabilan struktural yang signifikan ketika kendaraan mengalami benturan frontal, yang menyebabkan tekanan tinggi pada area dada pengemudi. Selain itu, pengujian juga mengungkap risiko kebakaran selama tes tabrak, yang dinilai membahayakan penumpang dan petugas tanggap darurat. Kendaraan ini juga dinilai minim fitur keselamatan lanjutan, seperti absennya pelindung kepala samping dan kurangnya fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Skor perlindungan pejalan kaki hanya mencapai 49%, sementara fitur bantuan keselamatan tercatat di angka 45%. Langkah kritis lainnya adalah tidak adanya pretensioner dan load limiter pada sabuk pengaman kursi belakang. Alejandro Furas, Sekretaris Jenderal Latin NCAP, menyoroti bahwa hasil ini menempatkan merek Chery dalam sorotan tajam karena menawarkan tingkat keselamatan yang sangat rendah di segmen pasar yang sedang berkembang pesat di Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.
Tuntutan Perbaikan dan Pelabelan Wajib
Reaksi keras datang dari pimpinan lembaga penilaian tersebut. Stephan Brodziak, Chairman Latin NCAP, menyatakan bahwa hasil skor nol ditambah risiko kebakaran adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima. "Keluarga berhak mengharapkan bahwa kendaraan baru akan melindungi mereka. Chery harus segera mengatasi kegagalan serius ini dan menunjukkan perbaikan melalui pengujian independen," tegas Brodziak dalam pernyataan resminya. Ia juga mendesak pemerintah di berbagai negara untuk segera menerapkan sistem pelabelan keselamatan kendaraan berdasarkan penilaian independen. Langkah ini bertujuan agar konsumen memiliki informasi yang jelas mengenai risiko keselamatan sebelum melakukan pembelian, alih-alih baru mengetahui kekurangan kendaraan saat kecelakaan terjadi.
Sebagai latar belakang, Chery Tiggo 2 (yang dikenal sebagai Tiggo 3x di Tiongkok) adalah SUV compact entry-level dengan dimensi panjang 4.200 mm, lebar 1.760 mm, dan tinggi 1.570 mm. Kendaraan ini menyasar segmen pasar dengan harga terjangkau, namun insiden kegagalan tes tabrak kali ini mengedukasi industri otomotif bahwa harga kompetitif tidak boleh mengorbankan standar keamanan dasar yang mengutamakan nyawa penumpang dan pejalan kaki di jalan raya.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Kimi Antonelli Ukir Sejarah F1 2026: Gelar Juara Dunia Termuda di Balik Regimen Latihan Otot Leher 40 Kilogram

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Jakarta Mulai 2 November 2026, Ini Persyaratan dan Cara Mengurusnya

Krisis Solar Subsidi: Perburuan Mobil Diesel Bekas Bergeser ke Ketersediaan Barcode
