Produksi Beras Jakarta 2026 Diperkirakan Tumbang 18,7 Persen, BPS Catat Penurunan Luas Panen Padi

- Data sementara hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026 ini memperlihatkan penurunan sebesar 164,21 ton atau 18,73 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 876,77 ton.
- Penurunan tersebut didorong oleh merosotnya produksi padi sepanjang paruh pertama tahun berjalan.
- Untuk menutupi defisit produksi, potensi produksi beras pada kuartal keempat (Oktober-Desember 2026) diperkirakan menyumbang sekitar 109,42 ton, meskipun angka ini masih bersifat estimasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta memperkirakan total produksi beras tahun 2026 untuk konsumsi pangan penduduk di wilayah Ibu Kota akan mencapai 712,56 ton, sebuah angka yang menunjukkan kontraksi signifikan. Data sementara hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026 ini memperlihatkan penurunan sebesar 164,21 ton atau 18,73 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 876,77 ton.
Penurunan tersebut didorong oleh merosotnya produksi padi sepanjang paruh pertama tahun berjalan. Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, dalam rilis resmi di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa produksi padi Januari-September 2026 diproyeksikan setara dengan 603,14 ton, atau turun 104,41 ton (14,76 persen) dari periode sama tahun lalu yang sebesar 707,55 ton. Untuk menutupi defisit produksi, potensi produksi beras pada kuartal keempat (Oktober-Desember 2026) diperkirakan menyumbang sekitar 109,42 ton, meskipun angka ini masih bersifat estimasi.
Kontraksi Luas Panen dan Fluktuasi Produksi Bulanan
Analisis detail dari BPS DKI menunjukkan bahwa faktor utama penyusutan produksi adalah penurunan luas lahan pertanian. Realisasi luas panen padi sepanjang Januari-September 2026 hanya mencapai 189,01 hektare, menyusut 34,55 hektare atau 15,45 persen dibandingkan 223,56 hektare pada periode yang sama di tahun 2025. Dengan memasukkan potensi panen 33,40 hektare di kuartal akhir, total luas panen padi 2026 diproyeksikan sebesar 222,41 hektare, turun 51,13 hektare (18,69 persen) dari total 273,54 hektare pada 2025.
Berikut adalah rincian performa produksi dan lahan padi berdasarkan data survei KSA BPS DKI Jakarta:
- Produksi tertinggi: Februari 2026 dengan capaian 150,83 ton.
- Produksi terendah: Desember 2026 dengan estimasi 11,39 ton.
- Produksi padi Januari-September 2026: 603,14 ton (turun 14,76% YoY).
- Total luas panen 2026: 222,41 hektare (turun 18,69% YoY).
Implikasi Data Sementara dan Prospek Ketahanan Pangan Jakarta
Kadarmanto menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih merupakan data sementara yang berbasis kerangka sampel area (KSA) amatan bulan September. "Luas panen dan produksi padi di DKI Jakarta hasil kerangka sampel area atau KSA amatan bulan September tahun 2026 yang masih merupakan angka sementara," ujarnya. Penurunan produksi yang tajam ini mengindikasikan tantangan struktural dalam ketahanan pangan lokal, mengingat wilayah Jakarta memiliki keterbatasan ruang untuk ekspansi pertanian. Dengan tren kontraksi luas lahan dan volume panen yang konsisten, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu mengevaluasi strategi distribusi pangan agar kebutuhan konsumsi penduduk tetap terpenuhi di tengah menipisnya cadangan produksi internal.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
