Noetix Hadirkan Robot Humanoid Bumi Seharga Rp20 Juta, Diterjang ke Pasar Ritel
Noetix Robotics, perusahaan asal Tiongkok, baru saja mengguncang industri robotika dengan meluncurkan Bumi, sebuah robot humanoid yang dijual langsung kepada publik dengan harga terjangkau sebesar 9.998 yuan atau setara dengan kurang lebih Rp20 juta. Langkah berani yang dilakukan pada Oktober 2025 ini menandai pergeseran paradigma di mana robot humanoid tidak lagi sekadar menjadi barang pajangan mahal atau alat demonstrasi untuk institusi riset dan korporasi, melainkan kini bisa dimiliki oleh konsumen rumahan.
Menurunkan Bangku Robot Humanoid
Sebelumnya, teknologi robot humanoid umumnya terbatas di laboratorium penelitian atau pameran teknologi bernilai tinggi yang jauh dari jangkauan masyarakat biasa. Dengan membanderol produknya di kisaran harga elektronik konsumen premium, Noetix membuka akses baru bagi individu yang ingin berinteraksi dengan teknologi otonom tingkat lanjut. Pendekatan ini mengubah lanskap pasar, mengubah robot dari barang eksotis menjadi produk fungsional yang dapat dipertimbangkan untuk penggunaan domestik.
Gebrakan Awal di Pasar Global
Menurut laporan dari TechNode, peluncuran ini bukan sekadar upaya jualan satu kali, melainkan dianggap sebagai awal dari ekspansi lebih luas. Strategi agresi harga ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep robot humanoid ke dalam dinamika pasar massal. Dengan mengurangi hambatan biaya entri, perusahaan berharap dapat memicu adopsi lebih cepat dan menggenjot pengembang aplikasi serta fitur yang mendukung interaksi manusia-robot.
Kehadiran Bumi berpotensi mempercepat kompetisi di bidang kecerdasan buatan dan otomasi personal. Konsumen kini dapat memiliki agen fisik yang dapat melakukan tugas-tugas tertentu di rumah, sebuah langkah yang sebelumnya hanya dibayangkan dalam skenario fiksi ilmiah. Inovasi ini menunjukkan bahwa masa depan rumah tangga cerdas mungkin sudah dimulai, dengan teknologi yang semakin membumi dan dapat diakses oleh lapisan masyarakat yang lebih luas.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Ismail Komdigi: Adopsi AI Tinggi Karena FOMO, Indonesia Harus Bangun Kedaulatan Digital Jangan Cuma Jadi Pasar
Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Logam Global Lewat Proyek Emas Tokenisasi

Ketidakpastian Pasokan iPhone Duo: Rantai Distribusi Apple Terhimpit Lonjakan Permintaan AI
