Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

MotoGP Geser Jadwal Qatar ke November, Yamaha Boikot dengan Konsekuensi Olahraga

MotoGPBudi SantosoBudi SantosoSumber: Detik MotoGP & CNN Olahraga & Detik MotoGP
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

MotoGP Geser Jadwal Qatar ke November, Yamaha Boikot dengan Konsekuensi Olahraga
BAGIKAN:

Sirkuit Lusail, Qatar, akan menjadi tuan rumah seri MotoGP pada 6-8 November 2026, sebuah perubahan jadwal yang signifikan dari rencana awal bulan April. Pergeseran ini dilakukan menyusul situasi geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi kelangsungan lomba. Rangkaian acara dimulai dengan sesi latihan bebas pada Jumat (6/11), dilanjutkan kualifikasi dan Sprint race pada Sabtu (7/11), sebelum balapan utama kelas utama digelar pada Minggu (8/11) malam WIB.

Balapan utama dijadwalkan berlangsung selama 22 lap, sementara Sprint race akan menempuh 11 lap. Antusiasme tinggi terpancar dari Marc Marquez, pebalap tim Ducati, yang memiliki peluang besar untuk memastikan gelar juara dunia di seri ini. Momen penting tersebut terjadi setelah kemenangan yang diraihnya di MotoGP Malaysia pada Minggu (1/10) lalu, yang menjadikannya figur kunci dalam persaingan gelar di akhir musim.

Sementara itu, penyelenggaraan balapan dibayangi kontroversi terkait keamanan. Sebanyak 19 pembalap sempat mempertanyakan aspek keselamatan di wilayah Asia Barat, sebuah kekhawatiran yang diabaikan oleh Yamaha. Pabrikan Jepang tersebut secara resmi mengumumkan penarikan diri dari kejuaraan Qatar, sebuah keputusan yang membuat pengelolaaan kejuaraan MotoGP merasa kecewa. Mereka menegaskan bahwa otoritas setempat telah menjamin pengamanan maksimal di Lusail International Circuit dan tidak ada sinyal bahaya berdasarkan penilaian risiko yang terus dikaji.

Dalam pernyataan resmi, MotoGP menyambut baik konfirmasi partisipasi dari seluruh pabrikan dan tim lainnya serta berterima kasih atas komitmen mereka. Namun, sikap Yamaha yang tidak mengirimkan tim dipandang sebagai pelanggaran terhadap jaminan luas yang diberikan kepada para pemangku kepentingan. Sebagai imbas dari keputusan sepihak ini, MotoGP mengingatkan bahwa akan ada konsekuensi olahraga yang akan dikelola oleh Federasi Motopel (FIM) sesuai dengan peraturan Kejuaraan, meskipun detail implementasinya belum diumumkan secara spesifik.

BERITA TERKAIT (MotoGP)

Meow! Tanya Nesi!
😸