MKNT Sukses Lolos Seleksi PSEL Andantara, Gandeng Tiongkok Kembangkan Energi
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

PT Remitra Global International Tbk (MKNT) mencatatkan pencapaian strategis dalam pengembangan bisnis energi terbarukan setelah dua anak usahanya, PT Adinda Losari Energi (ALE) dan PT Remitra Surya Abadi (RSA), dinyatakan lulus seleksi dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) Tahap 3. Lulusan seleksi ini berlangsung dalam rangka Pemilihan Mitra Kerja Sama Badan Usaha Pelaksana Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL) yang dikelola oleh PT Danantara Investment Management. Kesuksesan ini menegaskan komitmen MKNT untuk memperluas portofolio usahanya ke sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi, sebuah langkah yang krusial dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi tinggi.
Kolaborasi Strategis dengan Sus Environment
Untuk memperkuat posisi kompetitif dalam persaingan proyek bernilai besar ini, ALE dan RSA memilih strategi konsorsium dengan SUS Indonesia Holding Limited (SIH), sebuah anak perusahaan dari SUS Environment, raksasa industri pengolahan sampah asal Tiongkok yang berkantor pusat di Shanghai. Kolaborasi ini dinilai sangat strategis karena SUS Environment telah memiliki pengalaman yang luas dengan portofolio 90 proyek pengolahan sampah menjadi energi dengan kapasitas pengolahan mencapai hampir 120.000 ton sampah per hari per 30 Juni 2025. Kemitraan dengan pemain global ini diharapkan dapat membawa teknologi dan keahlian manajemen yang diperlukan untuk memaksimalkan efisiensi konversi sampah menjadi listrik di Indonesia.
Proses kualifikasi melalui DPT Tahap 3 melibatkan 101 entitas, yang terdiri dari peserta tahap sebelumnya serta 26 entitas baru, di mana 16 di antaranya dipimpin oleh pelaku usaha dalam negeri. Kelulusan ALE dan RSA merupakan status pra-kualifikasi yang hakikatnya memberikan kesempatan untuk mengikuti proses pemilihan mitra kerja sama berikutnya. Pada akhirnya, ALE dan RSA kini bersiap untuk mengikuti proses pemilihan yang diselenggarakan oleh PT Danantara Investment Management dan Denera, di mana kelolosan atau kemenangan dalam proyek tertentu akan sepenuhnya bergantung pada keputusan resmi dari institusi tersebut.
Santoso Widjojo, Presiden Direktur MKNT, menyatakan bahwa tersaringnya kedua entitas tersebut merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan holding ini. "Kami menyambut baik kemitraan dengan SIH, mitra berpengalaman yang didukung penuh oleh SUS Environment sebagai induk usahanya," ujar Santoso. Langkah ini membuktikan kemampuan MKNT dalam mengakselerasi bisnis intinya ke sektor yang menjadi prioritas nasional, sekaligus menunjukkan kesiapan industri domestik untuk berkolaborasi dengan investor asing guna menjawab tantangan infrastruktur energi dan lingkungan di Indonesia.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Iran Waspadai Eskalasi Lama, Ancam Perluas Jangkauan Konflik Jika AS Teruskan Serangan

OJK Genjot Efisiensi Industri BPR: Merger Empat Bank Lokal Ini Efektif Mulai Agustus

Kolaborasi No Na dan Shopee Raih Antusiasme Tinggi Lewat Iklan 11.11 Big Sale
