AKBP Netty Resmi Mundur dari Polri, Inginkan Kehidupan Baru di Akademisi
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

AKBP Netty Rosdiana resmi mengambil langkah besar dalam kariernya dengan mengundurkan diri dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Keputusan tersebut ia kabarkan secara publik melalui akun Instagram pribadinya, di mana ia menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini didasari oleh pertimbangan matang dan kesadaran penuh, tanpa adanya paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun. Berdasarkan kronologi yang ia uraikan, permohonan pengunduran diri tersebut sudah diajukan sejak 20 Agustus, namun secara administratif akhirnya terhitung resmi mulai 1 September, seiring berjalannya tugas-tugas lainnya yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Mengembalikan Prinsip dan Menempuh Jalan Hati Nurani
Kendati tidak merinci secara gamblang alasan spesifik di balik keputusannya, Netty menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena terdapat hal-hal dalam dinasnya yang tidak lagi sejalan dengan prinsip-prinsip yang ia yakini. Baginya, integritas dan kecocongan dengan hati nurani menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikorbankan demi status jabatan. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa pengalaman selama berkarier di institusi Polri telah memberikan pembelajaran berharga, termasuk kesempatan untuk memberikan pengabdian kepada institusi dan masyarakat luas. Posisi terakhirnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjadi bagian dari perjalanan panjang yang ia niscayakan sebagai masa pengabdian yang bermakna.
Setelah meninggalkan korps Bhayangkara, Netty memiliki rencana konkret untuk mengabdikan diri di bidang yang berbeda. Ia berencana mengembangkan kiprahnya di dunia akademik dengan cara berbagi ilmu dan pengalaman di sejumlah kampus. Selain itu, ia juga akan memperluas keterlibatannya dalam kegiatan sosial yang bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi Netty, mengundurkan diri bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjalanan baru di mana ia dapat menyalurkan kontribusinya dalam format yang lebih selaras dengan nilai-nilai yang diyakininya saat ini.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Herdiansyah Hamzah Desak DPR Segera Proses Pemakzulan Wapres Gibran Usai Putusan MA

Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel Peringatan Setahun Sekolah Rakyat

Kemensos Hadirkan Layanan Rehabilitasi Gratis di Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat
