Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Rekor Baru Pembersihan di PKC: 33 Pejabat Dipecat dan Kursi Kosong Meluas Menjelang Kongres 2027

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Rekor Baru Pembersihan di PKC: 33 Pejabat Dipecat dan Kursi Kosong Meluas Menjelang Kongres 2027
BAGIKAN:

Sidang Pleno Kelima Partai Komunis China (PKC) yang berlangsung 26-29 Oktober 2026 menandai babak baru dalam pembersihan internal partai, dengan pengesahan pemecatan 33 pejabat tinggi. Langkah ini melampaui tren tahun-tahun sebelumnya dan memperlihatkan meluasnya penegakan disiplin yang menyentuh lapisan senior pemerintahan maupun militer, dengan implikasi langsung terhadap struktur kepemimpinan menjelang Kongres Nasional PKC ke-21.

Pola Ketidakhadiran dan Peningkatan Pemecatan

Forum tersebut mencatat angka absensi tertinggi dalam sejarah modern pasca-Mao Zedong. Dari 376 anggota tetap dan pengganti Komite Sentral yang ditetapkan pada 2022, hanya 279 orang hadir, menyisakan 97 kursi kosong atau sekitar 25,8%. Penurunan kehadiran ini konsisten sejak Sidang Pleno Ketiga 2024 yang dihadiri 364 orang dan Sidang Pleno Keempat 2025 dengan 315 peserta.

  • Rekor Pemecatan: 33 pejabat dipecat pada Sidang Pleno Kelima 2026, naik tajam dari 14 orang di tahun 2025 dan 10 orang di 2015.
  • Skala Investigasi: Sejak 2012, Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKC menangani 8,105 juta kasus dan menjatuhkan sanksi kepada 7,922 juta orang, termasuk 963 pejabat di bawah pengelolaan langsung Komite Sentral.
  • Dominasi Militer: 16 dari total 33 pejabat yang dipecat berasal dari kalangan militer.

Implikasi Loyalitas dan Masa Depan Politik

Nama-nama besar turut tersingkir, termasuk Zhang Youxia (mantan nomor dua militer), Ma Xingrui (mantan Sekretaris PKC Xinjiang), serta mantan pejabat diplomasi dan industri. Meskipun Pemerintah China membingkai langkah ini sebagai upaya memberantas korupsi dan memastikan loyalitas terhadap kebijakan pusat, pengamat Neil Thomas dari Asia Society menilai fenomena kursi kosong menunjukkan tekanan disiplin yang ketat. Dampak struktural terlihat pada Komisi Militer Pusat yang kini hanya memiliki dua anggota, yaitu Xi Jinping dan Zhang Shengmin, yang justru mendapat promosi menjadi anggota Politbiro. Menjelang Kongres 2027, kelimpahan pembersihan menciptakan pertanyaan mengenai ketersediaan kader senior untuk mengisi jabatan strategis di bawah kepemimpinan Xi Jinping, yang diperkirakan akan berlanjut untuk periode keempat.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ