Kelapa Gading Timur Raih Penghargaan BSA 2026, Antusiasme Peserta Melonjak
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kelurahan Kelapa Gading Timur resmi menyandang predikat kelurahan terbaik di DKI Jakarta setelah menjuarai Benyamin S Award (BSA) 2026 kategori Indah. Pencapaian ini merupakan hasil verifikasi lapangan yang menilai aspek penataan lingkungan hingga pengelolaan ruang terbuka hijau, sekaligus menegaskan peran strategis kolaborasi masyarakat dalam membangun wilayah.
Proses Seleksi dan Inovasi Layanan
Lurah Kelapa Gading Timur, Nani, menyatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen seluruh elemen masyarakat. Proses penganugerahan melibatkan penilaian ketat di sejumlah lokasi unggulan seperti RW 03, RW 06, Taman Joging, dan Masjid Al-Musyawarah, serta kegiatan seni budaya Kelapa Gading Street Fest. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi 10 kelurahan finalis, seraya menekankan bahwa ajang ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan para lurah dan mendorong lahirnya inovasi pengelolaan wilayah. Menariknya, Pramono menyoroti peran perempuan dalam kepemimpinan daerah, mengingat dua dari tiga penerima penghargaan utama tahun ini adalah perempuan.
Peningkatan Partisipasi dan Pemetaan Potensi
Penyelenggaraan BSA tahun kedua ini menunjukkan lonjakan minat yang signifikan. Data dari Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, menunjukkan jumlah peserta naik dari 27 kelurahan pada 2025 menjadi 52 kelurahan pada tahun ini, yang direkomendasikan oleh para wali kota dan bupati. Dari proses seleksi tersebut, terpilih 10 finalis, yaitu Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.
- Antusiasme peserta BSA meningkat menjadi 52 kelurahan pada 2026, dibandingkan 27 kelurahan pada 2025.
- Pemetaan potensi kawasan mencatat 76 taman beroperasi 24 jam dan 94 titik destinasi kuliner khas Jakarta.
- 10 finalis dapat mewujudkan festival melalui skema pembiayaan kreatif non-APBD.
Lebih dari sekadar kompetisi, BSA berfungsi sebagai instrumen pemetaan potensi unggulan tingkat kelurahan. Tona Hutauruk menjelaskan bahwa hasil verifikasi telah mengidentifikasi berbagai aset wisata budaya, sejarah, alam, dan religi. Ke depan, data ini akan diintegrasikan ke dalam platform informasi tunggal untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global tanpa melupakan identitas lokalnya. Ajang ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah provinsi terhadap kelurahan yang berdedikasi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Siap-Siap, Warga Jawa dan Sumatra: BMKG Prediksi Hujan Ringan Landa Sebagian Besar Wilayah Hari Ini

Penambahan Daratan 32,8 Hektare di Sekitar Anak Krakatau Diverifikasi, Status 'Pulau Baru' Masih Menunggu Konfirmasi Lapangan

Fenomena Gerah di Indonesia: BMKG Jelaskan Penyebab Udara Lembap Meski Hujan Belum Rutin
