Kebakaran Rusun Tai Po: John Lee Minta Maaf, Akui Kelalaian Pasca-Audit Ribuan Halaman
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Keberatan moral dan administratif atas tragedi kebakaran rusunawa Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, akhirnya ditandai dengan permohonan maaf resmi dari Pemimpin Daerah Administratif Khusus (SAR) John Lee. Langkah ini diambil setelah dirilisnya laporan investigasi independen setebal lebih dari 1.000 halaman yang mengungkap adanya cacat pengawasan sistemik di sektor konstruksi. Insiden yang menewaskan 168 orang tersebut menjadi titik balik kebijakan, mengingat laporan tersebut menegaskan bahwa reformasi nyata baru saja dimulai di tengah kelalaian departemen terkait.
Audit Independen Ungkap Kegagalan Institusional
Panel investigasi yang dipimpin oleh seorang hakim mengidentifikasi empat departemen pemerintah yang turut bertanggung jawab atas melemahnya pengendalian risiko. Ketidakadaan satu entitas yang secara efektif menangani persoalan keselamatan kebakaran menyebabkan keluhan warga yang terus-menerus terkait bahaya renovasi selama lebih dari satu tahun diabaikan tanpa tindak lanjut memadai. Saat kejadian, kompleks tujuh gedung apartemen setinggi 31 lantai tersebut sedang dalam proses renovasi yang tertutup jaring pelindung debu dan perancah konstruksi. Berdasarkan hasil investigasi, api kemungkinan dipicu oleh sumber panas yang diduga berasal dari puntung rokok, sebuah spekulasi teknis yang memperburuk dampak kebakaran di lokasi yang sudah rawan tersebut.
- Korban jiwa tercatat sebanyak 168 orang, menjadikannya kebakaran paling mematikan di Hong Kong sejak 1948.
- Laporan investigasi independen menimpakan tanggung jawab kepada empat departemen pemerintah karena kelalaian penanganan keluhan keselamatan.
- Sekretaris Perumahan Hong Kong, Winnie Ho, mengundurkan diri sebagai pejabat pemerintah pertama yang bertanggung jawab secara administratif atas insiden tersebut.
Penyesalan Resmi dan Perombakan Regulasi
Pada Kamis (29/10), John Lee secara simbolis membungkuk bersama tujuh pejabat pemerintah lainnya sebagai bentuk penyesalan publik. Lee menyatakan kesedihannya sebagai kepala eksekutif dan meminta maaf atas nama pemerintah kepada para korban serta masyarakat luas. Komitmen pemerintah kini berfokus pada pembenahan sistem pengawasan dan regulasi industri konstruksi untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. Dampak insiden juga merembet pada sektor penghidupan, di mana ribuan penghuni terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka karena bangunan dinyatakan tidak layak dihuni pasca-kebakaran.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Momen Canggung Raja Charles di Antigua: Kehujanan dan Mencari Payung di Parade Kemerdekaan

Senator AS Chris Murphy Kena Stroke di Pertandingan Hoki, Dokter Optimistis

Haley Stevens Dikecualikan Demokrat Michigan Usai Dukung Kandidat Republik
