⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Laut Bercerita: Modal Kuat, Eksekusi Cerita Bertatit-tatih di Awal

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Laut Bercerita: Modal Kuat, Eksekusi Cerita Bertatit-tatih di Awal
BAGIKAN:

Adaptasi novel laris Laut Bercerita ke layar lebar gagal memaksimalkan potensi awalnya akibat pendekatan naratif yang terburu-buru di babak pertama film. Meskipun sumber daya produksi melimpah dan dukungan kuat dari Leila S. Chudori selaku penulis novel, sutradara Yosep Anggi Noen kesulitan menyatukan kepingan cerita di permulaan, sehingga alur terasa kesusu atau dipaksakan menuju peristiwa-peristiwa besar tanpa waktu untuk membangun emosi penonton secara organik.

Modal Produksi dan Kekuatan Visual

Film ini didukung oleh infrastruktur produksi yang solid dan pilihan pemeran kelas kakap yang mampu menghidupkan karakter-karakter kunci. Kehadiran Leila S. Chudori di tim skenario berhasil menjaga ruh novel yang terjual 500 ribu eksemplar per Juli 2025 agar tidak menyimpang jauh dari teks aslinya. Dari sisi teknis, sinematografi Batara Goempar berpadu presisi dengan desain produksi Ahmad Zulkarnaen dalam menghidupkan nuansa akhir dekade '90-an. Musik karya Ofel Obaja Setiawan serta performa Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Christine Hakim sebagai Ibu, dan Arswendy Bening Swara sebagai Bapak turut menopang struktur dramatis film.

Tantangan Naratif dan Penggalian Karakter

Kelemahan utama film terletak pada pengelolaan ruang naratif untuk sejumlah besar karakter yang saling berkaitan. Adegan-adegan ikonis yang dinantikan pembaca novel tampak absen, membuat konflik penculikan Laut dan kawan-kawannya kehilangan ketajaman emosional yang ada di buku. Poin-poin kritis dalam eksekusi film:

  • Peran Ratih Anjani yang diperankan Eva Celia mengalami distorsi; sikap konyol karakter ini sebagai bentuk penyangkalan gagal disampaikan secara menyentuh karena minimnya pergulatan emosi internal, sehingga mengorbankan simpati penonton.
  • Memusatkan cerita pada Asmara Jati (Yunita Siregar) menjadi kekuatan utama, namun mempersempit porsi karakter pendukung seperti orang tua dan kawan-kawan dekat Laut.
  • Kesepakatan casting Widhi Susila untuk mendapuk Kevin Julio, Ben Nugroho, dan Dewa Dayana dinilai tepat untuk menjembatani ekspektasi pembaca terhadap novel rilisan 2017.

Meskipun menghadapi kendala struktural di paruh pertama, Yosep Anggi Noen berhasil mengendalikan kemudi film menjelang klimaks. Di babak akhir, alur cerita kembali mengalir luwes dan berhasil menyajikan momen-momen yang menggugah terinspirasi dari tokoh Biru Laut yang melegenda, menutup film ini dengan sukses meski tidak sepenuhnya mengoptimalkan potensi terbaiknya.

Meow! Tanya Nesi!
😸