⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA
BAGIKAN:

Komika Lolox mengungkapkan sisi emosional dari hubungannya dengan sang ayah yang almarhum saat menghadiri gala premiere film GAK ADA MATINYA di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10). Dalam momen intim tersebut, Lolox mengakui bahwa ia tidak sempat mengucapkan permintaan maaf kepada ayahnya sebelum wafat, sebuah realitas yang kontras dengan alur cerita film yang ia hadiri. Pengakuan ini menjadi pusat perhatian karena menunjukkan keluh kesah pribadi yang jarang tersingkap di depan publik secara langsung, menciptakan atmosfer reflektif di antara tawa yang biasanya mengiringi acara perfilman.

Kontras Nasib Tokoh Film dan Kehilangan Pribadi

Saat diwawancarai oleh awak media, Lolox menjelaskan perbedaan mendasar antara fiksi dan realitasnya. Dalam film tersebut, karakter Pak Luhut yang diperankan oleh Mathias Muchus mengalami mati suri dan kembali hidup, memberikan kesempatan kedua untuk rekonsiliasi. Namun, bagi Lolox, ayahnya telah tiada selamanya sehingga permintaan maaf hanya bisa ia limpahkan melalui doa. "Film ini dengan kejadian aku gitu? Ya yang membedakan di sini Luhut hidup lagi. Bapak ini enggak hidup lagi, jadi enggak sempat... Enggak ada kesempatan gitu. Jadi maafnya dari doa," ujar Lolox dengan nada rendah, menegaskan beratnya beban kehilangan yang ia rasakan.

Pesan Produser: Realitas yang Merayakan Tawa

Merespons kekhasan tema film ini, produser eksekutif Muhadkly Acho menegaskan bahwa GAK ADA MATINYA bukan sekadar hiburan ringan. Ia menilai narasi film ini mengajak penonton merenungkan kerapuhan dan getirnya kehidupan. Acho menolak label sempit 'komedi gelap' dengan memilih melihatnya sebagai realitas di mana kesedihan dan kelucuan berpadu. "Saat orang menyebutnya komedi gelap, saya memilih melihatnya sebagai realita. Di mana kesedihan dan kelucuan terkadang harus dibiarkan menari dalam panggung yang sama," ungkap Acho. Film ini mengisahkan Binsar (Oki Rengga), seorang pria yang terlilit tunggakan KPR dan kehilangan pekerjaan, yang dikejutkan dengan berita ayahnya memiliki asuransi jiwa senilai Rp2 miliar, memicu konflik moral saat ayahnya kembali hidup secara misterius.

Di sela-sela pembahasan mendalam tersebut, Lolox juga berbagi pengamatan mengenai respons penonton di lokasi acara. Ia mengaku senang melihat antusiasme para tamu yang baru selesai menonton, di mana ekspresi mereka bercampur antara tawa dan air mata. "Semoga... kalau tadi pas kutengok masuk, kutengok mukanya senang-senang, ada yang senyum-senyum, terus ada juga yang berair-air matanya," kata Lolox, menutup pembicaraan dengan harapan bahwa film ini mampu menyentuh hati penonton secara universal. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Fedi Nuril sebagai agen asuransi dalam alur cerita menambah lapisan dramatis yang relevan dengan keresahan ekonomi banyak orang, menjadikan film ini lebih dari sekadar cerita fantasi.

Meow! Tanya Nesi!
😸