Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

9.341 Anak Tak Sekolah di Jakbar Ditargetkan Terverifikasi Tuntas 7 Desember

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Metro
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

9.341 Anak Tak Sekolah di Jakbar Ditargetkan Terverifikasi Tuntas 7 Desember
BAGIKAN:

Sekretaris Kota Jakarta Barat Imron Sjahrin menegaskan bahwa proses pendataan dan verifikasi 9.341 anak tidak sekolah (ATS) di wilayah Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 ditargetkan selesai pada 7 Desember 2026. Hingga akhir Oktober 2026, progres verifikasi baru mencapai 2.235 anak, atau sekitar 23,9 persen dari total sasaran, sementara 7.106 anak lainnya masih menunggu proses di tingkat kelurahan.

Pendataan Berbasis Data Terpadu Nasional

Angka 9.341 tersebut merupakan bagian dari total 96.508 sasaran ATS di seluruh Provinsi DKI Jakarta berdasarkan pemadanan data dari Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per Oktober 2026. Imron menjelaskan bahwa fluktuasi jumlah sasaran terjadi karena adanya penyesuaian cakupan usia wajib belajar yang kini dimulai sejak usia enam tahun, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah serta Program Wajib Belajar 13 Tahun.

  • Fakta Utama: Target 9.341 ATS di Jakbar harus rampung diverifikasi paling lambat 7 Desember 2026.
  • Kategori Alasan: Petugas mencatat alasan anak putus sekolah meliputi kendala biaya, masalah kesehatan, dan disabilitas.
  • Mekanisme Tindak Lanjut: Hasil verifikasi divalidasi kelurahan dan kader, kemudian diserahkan ke Suku Dinas Pendidikan untuk intervensi kebutuhan anak.

Pelibatan Masyarakat untuk Percepatan

Untuk mempercepat progres, Imron menginstruksikan camat dan lurah agar melibatkan unsur masyarakat seperti kader Dasawisma, RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK). Ia menekankan pentingnya pembentukan grup koordinasi khusus per wilayah guna memantau progres harian dan mingguan tanpa adanya ego sektoral, dengan tujuan melakukan verifikasi secara teliti dan berkesinambungan.

Meow! Tanya Nesi!
😸