⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pemkot Jakut Salurkan Rp1,17 Miliar untuk Tebus 683 Ijazah Tertahan

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara Metro
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemkot Jakut Salurkan Rp1,17 Miliar untuk Tebus 683 Ijazah Tertahan
BAGIKAN:

Pemerintah Kota Jakarta Utara memanfaatkan dana sebesar Rp1,17 miliar dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Amil Zakat Daerah (Bazis) setempat untuk menebus 683 ijazah peserta didik yang selama ini tertahan. Aksi nyata yang merupakan bagian dari Program Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 ini ditujukan bagi lulusan dari berbagai jenjang, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Kejuruan, guna membebaskan mereka dari hambatan administratif dalam melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

Mekanisme Penyerahan dan Distribusi Anggaran

Penyerahan ijazah dilaksanakan pada Kamis di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Dari total penerima, sekitar 300 orang secara langsung menerima dokumen kelulusan tersebut, sementara sisanya diserahkan melalui kantor Suku Dinas Pendidikan. Secara rinci, alokasi dana ini dibagi menjadi dua wilayah administratif, dengan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I menerima jatah Rp242,98 juta untuk 119 lulusan dan Wilayah II memperoleh Rp930,56 juta untuk 564 lulusan.

  • Total penerima manfaat di Jakarta Utara: 683 orang.
  • Anggaran bantuan: Rp1,17 miliar dari Baznas/Bazis Jakut.
  • Jumlah ijazah tertahan yang ditangani tingkat DKI Jakarta: 2.810.

Harapan dan Penegakan Kebijakan

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa pemutihan ijazah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjamin hak pendidikan warganya. Ia menyatakan bahwa ijazah adalah bukti nyata perjuangan belajar yang sangat vital bagi masa depan seseorang. Hendra juga berharap para penerima dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkembang, baik melalui jalur pendidikan tinggi maupun dunia kerja, tanpa lagi terbebani masalah biaya. Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Ali Mukodas, menjelaskan bahwa seluruh data penerima terus diverifikasi guna memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang menghadapi kendala finansial.

Meow! Tanya Nesi!
😸